Home Marhaenisme Bedah Pemikiran Sukarno, GMNI Sumedang Ajak Mahasiswa ITB dan UNPAD

Bedah Pemikiran Sukarno, GMNI Sumedang Ajak Mahasiswa ITB dan UNPAD

by Proklamator
Bedah Pemikiran Sukarno, GMNI Sumedang Ajak Mahasiswa ITB dan UNPAD

Proklamator – Salah satu program yang wajib yang harus dijalankan dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD). Kegiatan ini merupakan upgrading bagi kader dalam rangka memperkuat pemahaman akan pemikiran Soekarno.

Dengan harapan nilai-nilai perjuangan Bung Karno (BK) bisa diamalkan dan ditularkan oleh para kadernya, berdasarkan hal tersebut GMNI Kabupaten Sumedang pun menyelenggarakan KTD di Villa Kayu, Jatinangor, Sumedang pada hari Sabtu sampai dengan Minggu, 2-3 November 2019.

Ketua DPP GMNI Imanuel Cahyadi yang menghadiri kegiatan tersebut mengatakan bahwa KTD merupakan stimulan bagi kader GMNI untuk lebih mendalami pemikiran dan nilai perjuangan Bung Karno. Dengan demikian peserta yang sudah memperoleh materi dalam KTD dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Bung Karno disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan yang terjadi.

“Saya berharap peserta KTD betul-betul memahami pemikiran Bung Karno dan siap berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Banyak sekali pemikiran Bung Karno yang melampaui zamannya oleh karenanya bila kader GMNI mampu mencermatinya lalu mengaplikasikannya pada masa kini tentu saja kader kita bisa mewarisi semangat dan kebesaran Bung Karno.” lanjutnya.

Lebih lanjut Nuel menjelaskan bahwa syarat untuk bisa mengikuti KTD adalah sudah terdaftar menjadi anggota GMNI. Proses penerimaan anggota baru di GMNI dikenal dengan sebutan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB). Masing-masing cabang melakukan PPAB secara rutin dalam rangka kaderisasi dan regenerasi.

Baca Juga :   Kongres XXI Ambon, GMNI Tentukan Ketua dan Sekjen Baru, Siapa Mereka?

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!