Home NGASUS Ganjar Muncul Pada Soal Buku Agama Islam, Ini Kata Ketum Seknas Jateng

Ganjar Muncul Pada Soal Buku Agama Islam, Ini Kata Ketum Seknas Jateng

by Wiwid Widjojo
Ketum Seknas Jokowi Jateng Bambang Mugiarto


Proklamator – Beredar soal di buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti terbitan PT Tiga Serangkai (TS) tahun 2020. Disebutkan dalam salah satu soal terdapat nama Ganjar dalam soal buku itu, Ganjar disebut tidak pernah beryukur.

Sontak reaksi dan tanggapan datang dari para netizen dan warganet mengkaitkan nama Ganjar tersebut dengan nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Nama Pak Ganjar ,muncul pada soal di buku ajar Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti untuk kls 3 dan 4SD,” kata netizen, Senin (08/02/2021).

Ada beberapa soal yang menyebut nama Ganjar dalam buku itu. Salah satunya menyebut sosok Ganjar tidak pernah salat.

“Meskipun sudah mendapatkan rezeki yang banyak, Pak Ganjar tidak pernah bersyukur. Sebagai orang Islam, ia pun tidak pernah melaksanakan salat. Pak Ganjar termasuk orang yang…” demikian bunyi soal di dalam buku itu.

Juga ada soal yang menyebut jika setiap Idul Adha, Ganjar tidak pernah berkurban.

Berkurban, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pakai 5.000 besek untuk bungkus daging kurban. Gus Wahid

Tanggapan serupa juga datang dari Ketua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah, Bambang Mugiarto atau yang biasa akrab disapa dengan BM itu meminta Penerbit Tiga Serangkai (TS) harus bertanggung jawab.

Karena ada potensi keresahan di dalam masyarakat akibat beredarnya konten tersebut.

“Ini berbahaya, saya mencium ada nuansa politik praktis dalam materi buku,” katanya.

Mengarah Pada Doktrin Politik Kepada Peserta Didik

Meskipun tidak secara ekspilisit menyebut nama Ganjar Pranowo, tetapi soal seperti ini berpotensi menggiring tafsir kepada siswa bahwa nama Ganjar identik dengan Gubernur Jawa Tengah.

“Saya kira, ada potensi keresahan dimasyarakat akibat beredarnya konten soal tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga :   Ungkap Kasus Novel Baswedan, Kapolri: Kami Akan Cari Kabareskrim Terbaik

Oleh sebab itu menurut BM, untuk mencegah keresahan di tengah masyarajat, pihak kepolisian juga diharapkan peran aktifnya dengan memanggil pihak Tiga Serangkai (TS), agar mengklarifikasi soal konten pertanyaan di dalam soal itu.

“Supaya jelas dan diketahui apa maksud dari konten soal yang menyebut nama “Ganjar” itu, ini masalah serius,” tegasnya.

Kita ketahui bahwa soal-soal seperti itu dinilai membahayakna fikiran anak didik.

“Ini berarti, sama dengan membahayakan nasib negara, seharusnya penerbit Tiga Serangkai belajar dari kasus sebelumnya, mereka pernah juga diprotes keras oleh KPAI karena buku berbau onani atau masturbasi. Jika terus melakukan kesalahan, jangan salahkan jika masyarakat bertindak,” jelasnya.

BM juga meminta, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk segera merespon kasus ini.

Menurutnya, penerbit sebagai anggota terikat untuk menangani keluhan dari konsumen baik secara tertulis maupun lisan.

“Setau saya ada kode etik yang mengikat bagi penerbit, sebagai anggota IKAPI, penerbit harus menghargai dan peduli terhadap kepentingan lingkungan dan sosial dimasyarakat,” pungkasnya.


 

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!
close