Home DELIVERY GMNI Jakarta dan Tangsel Sesalkan Tindakan Represif Panitia Lokal Kongres XXI GMNI di Ambon

GMNI Jakarta dan Tangsel Sesalkan Tindakan Represif Panitia Lokal Kongres XXI GMNI di Ambon

by Proklamator
GMNI Jakarta dan Tangsel Sesalkan Tindakan Represif Panitia Lokal Kongres XXI GMNI di Ambon

PROKLAMATOR.ID – Kota Ambon terpilih menjadi tuan rumah Kongres ke XXI GMNI dengan mengusung tema Kemaritiman yang berlangsung dari tanggal 28 November hingga 02 Desember 2019. Kongres yang diharapkan dapat menjadi agenda pemersatu kader untuk lebih memperhatikan dan membangun masalah-masalah kemaritiman yang saat ini tengah dihadapi. Namun dalam pelaksanaannya kongres ini justru menciderai gerakan dan cita-cita perjuangan organisasi.

Pada sidang pleno I panitia dinilai tidak siap dan berkesan politis karena permasalahan penetapan peserta dan peninjau yang dilakukan tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.

Selain itu, panitia lokal dinilai justru menjadi pemicu keributan karena cenderung mengintimidasi peserta pada saat berdinamika, hal ini sangat disayangkan oleh Zulfi ketua DPC GMNI Jakarta Barat,

“Pada saat terjadi dinamika antara peserta dan pimpinan sidang, keamanan dari panitia lokal dalam mengamankan justru bersifat represif sehingga terjadi kericuhan, bahkan yang terparah panitia lokal menghalangi sikap peserta yang ingin walk out dari dalam arena sidang, harusnya panitia mengerti mekanisme sidang dalam hal ini.” ungkapnya, Senin (02/12/19).

“Selain ada tindakan represif panitia lokal terhadap peserta kongres yang dalam forum persidangan yang ingin walk out, peserta kongres yang hendak mengikuti persidangan kongres pun terus dihalang-halangi oleh panitia lokal dengan mengintimidasi peserta, sikap tersebut adalah sikap yang sangat tidak demokratis karena tidakan tidak menghargai hak-hak dari peserta kongres yang sudah di jamin dalam AD/ART GMNI.” imbuh Desmond Umbu ketua DPC GMNI Jakarta Selatan.

Sementara itu Zein Nasution ketua dari DPC GMNI Tanggerang Selatan juga menyayangkan adanya tindakan represif yang merugikan kongres itu.

“Jangan gunakan kongres GMNI XXI dijadikan agenda pemecah belah kaum kiri para pejuang pemikir-pemikir pejuang, yang seharusnya Kongres GMNI menjadi ajang adu ide dan gagasan untuk memperbaiki arah perjuangan serta menyatukan arah gerakan organisasi, melainkan yang terjadi di kota ambon adalah intimidasi dan aksi premanisme yang ada dalam forum-forum yang sangat amat dimuliakan dalam pembenahan organisasi.” tambahnya.

Baca Juga :   Taufiq Kiemas, Nasionalisme dan GMNI

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!