Hadiri Sidang KTM Ke-15 UNCTAD, Wamenlu Tawarkan Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Digitalisasi - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Dokumentasi Mahendra Siregar. Foto diabadikan saat dia sebagai duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat, memberikan sambutan pada acara pengibaran Bendera Merah Putih di Balai Kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat,yang dihadiri sekitar 150 WNI dan perantauan Indonesia, Jumat (23/8/2019). ANTARA/Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC

WWW

Hadiri Sidang KTM Ke-15 UNCTAD, Wamenlu Tawarkan Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Digitalisasi


Proklamator.id – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Mahendra Siregar mengatakan bahwa fenomena pandemi COVID-19, tidak mengurangi keterbatasan dalam aktivitas, salah satunya dengan memperluas digitalisasi, ekonomi inklusif yanag adaptif.

Hal tersebut, ia sampaikan pada forum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-15 United Nations Conference on Trade Development (UNCTAD) yang diselenggarakan pada tanggal 4-7 Oktober dengan mengusung tema “From Inequality and Vulnerability to Prosperity for All” dan diikuti oleh 195 negara anggota UNCTAD.

“Ekonomi yang inklusif, perluasan digitalisasi, dan ekonomi berkelanjutan sangat relevan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh Pandemi COVID-19,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar dalam sesi Debat Umum KTM ke-15 UNCTAD pada Rabu (6/10/2021) dalam keterangan resminya.

Dalam sesi debat umum, Indonesia yang diwakili oleh Wamenlu, ia mengajak kepada seluruh anggota negara yang tergabung didalam UNCTAD, yang perlu diperhatikan ada 3 elemen utana dalam rangka mengatasi adanya pandemi COVID-19, yang mana KTM ke-15 UNCTAD berlangsung secara hybrid dengan lokasi pertemuan fisik secara terbatas di Jenewa, Swiss dan Bridgetown, Barbados.

“Pertama, pembangunan ekonomi yang inklusif dengan mengembangkan ekonomi kreatif,” ujar Wamenlu.

Mengembangan ekonomi kreatif, tentu memberikan dampak positif bagi negara yang ingin melaksanakan diversifikasi ekonomi serta berjalannya transformasi ekonomi negara yang berkemajuan.

Salah satunya adalah memberdayakan pemuda dan perempuan untuk memaksimalkan peluang yang bermanfaat baginya, dalam rangka menciptakan ekonomi kreatif, salah satunya adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal ini bertepatan dengan momentum tahun 2021 yang ditetapkan sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Untuk Pembangunan Berkelanjutan (Res/A/74/198).

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kedua, memberikan dukungan terhadap perluasan digitalisasi,” ujar Wamenlu.

Pandemi COVID-19 menjadi pembelajaran kehidupan yang sangat penting, untuk bertahan dari keterpurukan ekonomi dan berharap adanya kemajuan pemasaran produk dengan memperluas jangkauan konsumen.

Baca Juga:   Kontribusi Indonesia Berikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Myanmar

Disisi lain, juga melakukan pengembangan digital antar negara dan antar wilayah dalam suatu negara dengan harga yang terjangkau, selain itu akses terhadap infrastruktur digital dapat diandalkan, khususnya dinegara berkembang.

“Ketiga, transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan,” lanjut Wamenlu.

Pemerintah perlu memperkuat kebijakan perdagangan dan investasi. untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan iklim dan lingkungan dari Agenda 2030, dan tekankan tindakan yang lebih konkret dan terkoordinasi, sesuai dengan prinsip Common but Differentiated Responsibilities (CBDR) dan kemampuan masing-masing masing negara.

Wamenlu menggarisbawahi bahwa, ​”Pentingnya membangun kepercayaan untuk memastikan bahwa isu lingkungan tidak dipergunakan sebagai hambatan perdagangan”.

Selain itu, Wamenlu juga menekankan bahwa Ekonomi berkelanjutan tidak akan tercapai ketika negara-negara berjuang untuk membayar utang yang meningkat akibat pandemi.

“Dukungan UNCTAD untuk negara berkembang mutlak diperlukan, mari bekerja sama sehingga hasil pertemuan UNCTAD ke-15 ini dapat membantu anggotanya mewujudkan dunia yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan untuk masa depan bersama,” tutup Wamenlu.

Rangkaian kegiatan KTM ke-15 UNCTAD akan dilanjutkan dengan kegiatan Ministerial Round Table pada 6 sampai 7 Oktober 2021 dengan bahasan pokok Scaling up financing for development; Reshaping global and regional value chains; Regional integration for a resilient, inclusive and sustainable future; Harnessing frontier technologies for shared prosperity; Supporting productive transformation for greater resilience in a post-pandemic world.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
close