Home FYI Hari Ibu Diharapkan Penanganan Stunting Bisa Dilakukan Secara Maksimal

Hari Ibu Diharapkan Penanganan Stunting Bisa Dilakukan Secara Maksimal

by Proklamator
Hari Ibu Diharapkan Penanganan Stunting Bisa Dilakukan Secara Maksimal

Proklamator – Kasih sayang ibu sepanjang masa. Itulah ungkapan yang sangat sering kita dengar. Bukan tanpa sebab, karena pada kenyataannya memang Ibu selalu menyayangi kita bahkan sampai akhir hayatnya. Jasanya tidak terbendung dan tidak terhitung banyaknya, sejak kita lahir ke dunia ini dan pertama kali menangis, sang ibulah yang menyambut kita dengan kebahagiaan dan penuh harapan.

Mungkin kita bak permata baginya, di setiap doanya selalu tersebut nama kita walaupun tanpa kita ketahui. Nama yang diberikan kepada kita juga adalah sebuah doa, harapan dari seorang Ibu kepada anaknya, kelak akan sama seperti arti dalam nama tersebut.

Ibu, kata yang sarat makna. Ribuan puisi mungkin telah banyak dibuat oleh para penyair. Tetapi maknanya akan sangat berbeda bagi setiap orang. Ada yang beranggapan bahwa Ibu adalah sang penyelamat, sahabat, orang yang menemani saat sakit, selalu setia mendengarkan anaknya, dan bahkan satu kata Ibu bisa mengandung seribu makna.

Karena jasa-jasa itulah, kita layak untuk memberikan penghormatan kepada para Ibu di dunia ini. Maka dibuatlah hari yang disebut hari ibu. Hari Ibu di Indonesia sendiri diperingati setiap tanggal 22 Desember.

22 Desember 1938, Kongres Perempuan Indonesia ke-3 telah menetapkan sebagai Hari Pergerakan Perempuan yang kemudian Bung Karno melalui Keputusan Presiden no. 316 tahun 1959 mengukuhkan pendukungannya sebagai terhadap hasil Kongres Perempuan Indonesia menjadikan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dimasukan sebagai Hari Nasional.

Keputusan Presiden tersebut merupakan tonggak perjuangan perempuan Indonesia untuk terus mendapatkan apa yang dicita-citakan pada Kongres Perempuan Indonesia. Setelah 74 tahun merdeka, Indonesia masih dihadapkan pada masalah gizi buruk dan angka stunting.

DKI Jakarta sebagai ibukota angka stunting sebesar 13.7 % dan dari data tersebut angka tertinggi ada di wilayah Jakarta Timur sebanyak 10.585 balita dalam kasus Kekurangan gizi kronis. Hal ini disebabkan oleh kesehatan ibu yang tidak baik saat kehamilan.

Karenanya DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur memandang bahwa Jakarta Timur, sudah terjadi kondisi darurat stunting yang harus ditangani segera. Dimomentum hari Ibu tahun 2019 ini, DPC PDI Perjuangan bidang Perempuan dan Anak memberikan sosialisasi dan pencerahan pada perempuan se Jakarta Timur bertempat di Kantor DPC agar pemahaman tentang pentingnya kesehatan perempuan demi kelangsungan keluarga yang sehat tanpa kekurangan gizi.

Baca Juga :   Kecewa Dengan Kinerja Para Menterinya, Akankah Jokowi Lakukan Reshuffle?

Sebagai partai yang terus menerus berada ditengah kehidupan masyarakat, DPC PDI Perjuangan Kota Administrasi Jakarta Timur menyatakan sikap diantaranya :

1. Mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk serius mengurusi gizi buruk dan stunting, khususnya di Jakarta Timur agar angka stunting bisa ditekan hingga 0 %.

2. Memperbanyak titik layanan kesehatan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya perempuan dan para ibu.

3. Mengajak segenap elemen masyarakat untuk juga berperan aktif bersama-sama menangani kasus gizi buruk dan stunting.

4. Memberikan masukan-masukan yang konstruktif kepada semua stake holder pemerintahan di Jakarta Timur untuk disinergikan kepada program-program kesehatan.

5. Mengutamakan program pencegahan melaui upaya kesehatan masyarakat dalam bentuk preventif kesehatan dan promotif kesehatan yg dituangkan dlm bentuk aksi kegiatan program kesehatan.

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!