Home Kabar Hasil Survey 5,8 Persen Umat Islam Ingin Ganti Pancasila

Hasil Survey 5,8 Persen Umat Islam Ingin Ganti Pancasila

by Proklamator
Hasil Survey 5,8 Persen Umat Islam Ingin Ganti Pancasila

Proklamator – Kembali, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis riset terbarunya yang bertema “Tantangan intoleransi dan kebebasan sipil serta modal kerja pada pemerintahan periode kedua Jokowi”.

Salah satu fokus isu yang disurvei oleh LSI adalah terkait soal pandangan umat Islam mengenai Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar atau ideologi negara.

“Hasilnya 86,5 persen responden muslim menilai Pancasila dan Undang-undang Dasar yang sekarang adalah terbaik bagi kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat merilis hasil surveinya di Erian Hotel, Jakarta, Minggu (03/11/19).

Namun, terdapat 4 persen responden yang merasa Pancasila dan UUD tidak cocok karena bertentangan dengan ajaran-ajaran dalam Islam. Bahkan mereka mengharapkan Indonesia berlandaskan syariat Islam seutuhnya.

Kemudian ada 1.8 persen responden muslim lain yang juga merasa kurang cocok dengan Pancasila dan UUD, sehingga harus diganti namun dengan paham atau ideologi yang lain, selain syariat Islam.

Dengan begitu terdapat 5,8 persen masyarakat muslim yang tak sependapat dengan pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara.

Djayadi juga menyayangkan pemerintah terlalu fokus terhadap perlawanan kepada mereka yang anti-Pancasila dan UUD (kelompok 5,8 %). Seharusnya, menurut Djayadi, pemerintah fokus pada penguatan Pancasila dan UUD mengingat mayoritas umat muslim (86,5%) sudah final dengan dua dasar negara itu.

“Sekarang Pemerintahan Jokowi lebih fokus yang empat persen itu sehingga riak di masyarakat. Harusnya fokus saja di penguatan Pancasila dan UUD,” terang Djayadi.

Survei yang dilakukan oleh LSI tersebut dilakukan pada kurun waktu antara 8 September sampai dengan 17 September 2019 dengan melibatkan 1.550 responden di seluruh Indonesia yang terpilih secara acak (multistage random sampling) dengan margin of error 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung.

Baca Juga :   Menko Polhukam: Mensosialisasikan Pancasila Adalah Kewajiban Bersama

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!