Home FYI Kecewa, Akar Rumput PDIP Menjerit!

Kecewa, Akar Rumput PDIP Menjerit!

by Elhamdowi Alkadrie
Kecewa, Akar Rumput PDIP Menjerit!

Proklamator – Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kecewa karena tidak diundang dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 PDIP sekaligus Rakernas I yang akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 10-12 Januari 2020.

Kekecewaan itu awalnya terungkap setelah akun Dhin Menui Putra mengunggah sebuah status di grup Facebook PDI Perjuangan yang hingga Kamis (9/1/2020) beranggotakan sekitar 29 ribu akun.

“Kenapa ketua-ketua PAC PDIP tidak diundang pada HUT ke-47 PDIP,” tulis akun Facebook tersebut yang belakangan diketahui merupakan satu di antara Ketua PAC PDIP.

https://www.facebook.com/groups/203637419757300/permalink/2606760202778331/

Rupanya, apa yang diutarakan oleh Dhin Menuai Putra mewakili pertanyaan dan kekecewaan kader serta Ketua PAC lainnya. Buktinya, sebelas jam setelah diunggah, postingan itu mendapatkan 110 Like, 201 komentar dan dibagikan sebanyak dua kali.

Mereka berpendapat, DPP PDIP tidak memperhatikan kader-kader yang berada di bawah. Dengan kata lain, “akar rumput” hanya diperlukan ketika momen Pemilu, setelah itu ditinggal dan dibiarkan begitu saja.

“PAC sama ranting memang kurang diperhatikan. Padahal PAC, ranting dan anak ranting itu ujung tombak dari kemenangan. Tanpa ada PAC, ranting dan anak ranting, PDIP tidak akan dapat kemenangan. Saya asli orang PDIP, jadi atasan harus ngerti bagaimana sulitnya PAC ke bawah. Saya PAC PDIP Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah,” tulis akun Surya Plafon Mentari.

PDIP yang notabene “Partai Wong Cilik” kini hanya tinggal slogan, karena pada kenyataannya yang diperhatikan hanya “Wong Gede”.

“Pertarungan antara kaum nasionalis di tingkat akar rumput dan kapitalis di tingkat pimpinan masih terus berlangsung dan saya yakin baik di daerah saya maupun di daerah lain akan banyak kader-kader PDIP yang kalah dalam Pilkada karena mengabaikan akar rumput,” tulis akun Syaiful.

Baca Juga :   Jokowi: Pembangunan Ibu Kota Baru Proses Lomba

“Betul bos. PAC, ranting dan anak ranting belum pernah diperhatikan dari dulu. Emangmya suara PDIP datangnya dari atas? Bukan bos! Suara PDIP datangnya dari bawah, dari akar rumput,” tulis akun Jaka Kelana.

“Padahal akar bawah lebih penting untuk kebesaran partai,” tulis akun Farikhin.

“Betul lur. Mereka naik jadi segalanya karena adanya kita yang di bawah PAC, ranting dan anak ranting serta kader-kader militannya,” tulis Syamsudhin.

Akun M Sutarwo yang mengaku sebagai Ketua PAC Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kemudian mengusulkan membentuk forum komunikasi di WhatsApp Group untuk melanjutkan diskusi mengenai hal tersebut.

“Setuju, masukin grup biar dibaca sama yang di atas,” jawab Jaka Kelana.

Sebelumnya, sebanyak 21 PAC tingkat kecamatan PDI Perjuangan (PDIP) se-kota Medan mendukung Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution untuk maju di Pilwalkot 2020. Mereka menilai Akhyar lebih mampu memimpin Kota Medan dibanding menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution yang juga daftar Cawalkot Medan lewat partai banteng.

Gara-gara dukungan tanpa restu DPP ini, PAC PDIP di Medan mendapat teguran.

“PAC sudah kami tegur karena untuk menyampaikan kebijakan kebijakan strategis terkait dengan Pilkada itu berada di Dewan Pimpinan Pusat Partai. Terkait dengan hal tersebut kami sudah memberikan teguran, karena kewenangan pencalonan itu berada di DPP Partai dalam rangka ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di markas PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Walaupun ditegur oleh DPP PDIP, Ketua PAC Medan Johor Gumana Lubis menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mendukung Akhyar Nasution ketimbang menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution dalam Pilwakot Medan 2020.

“Ini aspirasi arus bawah yang ingin mendukung Pak Akhyar. Kami tetap mendukung Pak Akhyar. Kader dia soalnya, kader lama. Karena ada ketentuan kita di partai, dari juklak yang dikeluarkan DPP itu diutamakan kader, maka dari itu kita ikuti,” ujar Gumana Lubis kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga :   Adu Domba: Islam vs Nasionalis, Kepentingan Siapa?

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!