Home BAPER Keluarga Besar GMNI Kecam Tindakan Pemukulan Oknum Terhadap Kadernya di Halsel

Keluarga Besar GMNI Kecam Tindakan Pemukulan Oknum Terhadap Kadernya di Halsel

by National Marhenist
GMNI

PROKLAMATOR –  DPD GMNI Maluku Utara (Malut) memberikan komentar tentang tindakan pidana yang dilakukan oleh 4 pemuda taman sari di Kabupaten Halmahera Selatan, di Kota Labuha, yang sebagaimana tindakan tersebut dilakukan di Sekretariat DPC GMNI Halmahera Selatan (Halsel), pada pukul 03. 00 WIT.

Tindakan tersebut mengakibatkan korban, luka-luka serta memar di beberapa bagian tubuh. Korban tersebut adalah Sandi Ridwan dan Fikram Hidayat (kader GMNI Halsel). Sementara 4 orang pelaku yang melakukan tindak pidana (pengeroyokan) belum diketahui namanya, akan tetapi pihak Polres Halsel telah melakukan interogasi.

Dengan adanya peristiwan ini, Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Nimrod Lasa menegaskan kepada Polda Malut, agar segera melakukan proses hukum terhadap oknum-oknum pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Negara kita adalah negara hukum. Jangan main hakim sendiri dalam bertindak. Olehnya, polisi dapat memproses kasus tersebut pada tingkat proses hukum,” katanya.

Nimrod menambahkan, yang dipukul adalah kader GMNI. “Maka kami sebagai keluarga besar GMNI tidak akan tinggal diam dengan adanya tindakan pemukulan ini. Kami juga akan menekan sampai ke Polda Maluku Utara,” ujarnya.

Sebagai bagian dari keluarga besar GMNI Malut, Jenfanher Lahi selaku sekretaris DPP GMNI Bidang Organisasi mempertegas posisi kasusnya.

“Bahwa sampai hari ini pelakunya belum ditemukan. Oleh sebab itu kita hanya melaporkan saja, yang menjadi tugas untuk melakukan penyelidikan adalah polisi. Karena itu diatur dalam UU. Di dalam pasal 4 KUHAP ditekankan kembali bahwa penyeledik adalah setiap pejabat (salah satunya polisi),” katanya.

Jenfanher Lahi menjelaskan, tentang kewenangan penyelidik. Berdasarkan pasal 5 KUHP.

“Antara lain, menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana, mencari keterangan dan barang bukti, menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. Selain ke-empat kewenangan yang tersebut di atas, berdasarkan pasal 5 ayat (1) huruf b KUHAP, atas perintah penyidik, seorang penyelidik juga dapat melakukan suatu tindakan-tindakan,” jelasnya.

Baca Juga :   Hilangnya Sense Of Crisis, Konsekuensi Logis Dari Salah Pilih Menteri

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!
close