Home Literasi Kenali Deretan Bos Startup Yang Kini Jadi Pembantu Jokowi

Kenali Deretan Bos Startup Yang Kini Jadi Pembantu Jokowi

by Proklamator
STAFF

Istilah generasi milenial memang sedang akrab terdengar, dimana istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.

Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini.

Namun, menariknya di Indonesia beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan adanya revolusi birokrasi pemerintahan. Dimana dalam birokrasi tersebut akan ada generasi milenial yang digadang-gadang agar membuat kabinet lebih berwarna. Bahkan, tak sedikit dari mereka berasal dari pebisnis/startup ternama yang pastinya sudah tersohor.

Tak dapat dipungkiri, masuknya sederet nama-nama baru dari kalangan muda atau kaum milenial menjadi bagian dari pemerintahan memang tetap menimbulkan pro dan kontra. Terlebih, pembantu-pembantu Presiden Jokowi dalam menjalankan pemerintahan ini banyak yang berlatar pebisnis startup dan belum pernah menyentuh jabatan di pemerintahan. Sehingga, muncul anggapan sejauh mana mereka mampu mengembang dan menjalankan tugas mereka dengan baik.

Lantas, siapa saja para kaum milenial yang berhasil masuk dalam jajaran pemerintahan Indonesia Maju Jokowi.

1. Mantan CEO Gojek, Nadiem Makariem

Nadiem  Makarim beberapa waktu lalu, memastikan menerima tawaran menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari Presiden Jokowi. Bahkan, sebelumnya dirinya menyatakan sudah mundur sebagai CEO Gojek.

Nadiem Makarim bersedia menjadi salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju. Hanya saja, Nadiem Makarim masih merahasiakan posisinya di kabinet Jokowi nanti.

Namun yang pasti dia mengaku sudah sepenuhnya mundur dari Gojek. Dia akan fokus menjadi menteri.

“Saya sudah mundur dan tidak punya kekuasaan apapun di Gojek,” kata Nadiem Makarim di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019).

Baca Juga :   Galian Kubur Pasca Reformasi 98

Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura 4 Juli 1984 adalah seorang pengusaha Indonesia. Dia merupakan pendiri serta CEO Go-Jek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring. Nadiem Anwar Makarim adalah putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.

Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.

Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat.

Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

Pada tahun 2006, Nadiem Makarim memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor.

Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.

Saat ini, GoJek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar 550 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!