Ketika Rocky Gerung Mengusik Celeng dan Banteng - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Rocky Gerung. Foto: Lamhot Aritonang
Rocky Gerung. Foto: Lamhot Aritonang
Rocky Gerung. Foto: Lamhot Aritonang

NGASUS

Ketika Rocky Gerung Mengusik Celeng dan Banteng


Proklamator ID – Rocky Gerung menjadi bulan bulanan sejumlah tokoh akibat komentarnya mengenai mengatakan menaikkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR Puan Maharani merupakan hal yang konyol.

Awalnya Rocky bicara soal perbincangannya dengan kaum milenial di Indonesia dan beberapa negara. Dia mengatakan para kaum milenial itu heran atas isu-isu politik yang ramai di Indonesia.

“Saya berdiskusi dengan kaum milenial. Mereka mendengar kekonyolan-kekonyolan dalam politik kita, banteng vs celeng. Dia bingung,” katanya.

Padahal, kata Rocky Gerung, para kaum milenial ingin tokoh-tokoh politik unjuk gigi dalam hal akademis. Misalnya terkait dengan society 5.0 yang membahas gender equality hingga human rights.

“Padahal kaum milenial yang 2024 nanti akan memilih mau lihat pertengkaran akademis di dunia politik Indonesia sama seperti pertengkaran di luar negeri. Soal gender equality, new kind of economy. Kok kita nggak denger ya Puan ngomong itu. Om yang rambutnya kayak bintang film putih itu, Ganjar Pranowo, ngomong itu. Kok kita nggak lihat Kang Emil ngomong itu,” kata Rocky Gerung.

Society 5.0 isinya intellectuality, human right, gender equality. Mereka nggak dapet itu,” imbuhnya.

Karena itu, menurut Rocky Gerung, berupaya menaikkan elektabilitas Ganjar ataupun Puan adalah hal yang konyol. Sebab, kaum milenial ingin sosok calon presiden yang concern pada gender equality hingga demokrasi.

“Jadi konyol kita berupaya menaikkan elektabilitas Ganjar, padahal bagi milenial itu orang bodoh. Demikian juga Puan. Sama, mereka anggap ini orang nggak ngerti new grammar of world’s politic adalah gender equality, democracy, human rights,” ujar Rocky Gerung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kader Senior PDIP Aria Bima angkat bicara terkait anggapan Rocky Gerung bahwa Ganjar Pranowo dan Puan Maharani bodoh di mata milenial. Menurutnya, anggapan tersebut harus dilihat dari sudut pandangnya, sehingga tidak serta merta menyebut dua kader PDIP itu bodoh.

Baca Juga:   Tolak Rencana Tambang Pasir Besi di Jember, Ini Kata DPP GMNI

“Soal bodoh dan pintar itu tergantung dari sudut mana melihat dan mengkategorikannya. Tentu dengan masing masing dimensinya,” kata Aria Bima, Jumat (15/10) malam.

Tetapi, Aria Bima melanjutkan, jika dikaitkan dengan milenial dengan cakupan abstraksi kekiniannya, justru Rocky Gerung lebih terkenal dengan sikap kritis dan tidak sopan.

“Tapi kalau dikaitkan dengan milenial dengan cakupan abstraksi kekiniannya yang lagi mencari dan membentuk diri, agaknya Rocky Gerung yang terkenal cerdas dan kritis dan tidak sopan dalam berkomunikasi itu, kali ini terkesan asal ngebacot,” tuturnya.

Sementara itu, olitikus PDIP, Ruhut Sitompul, membela Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, yang disebut Rocky Gerung bodoh di mata milenial. Ruhut Sitompul menyinggung Rocky Gerung ingin menaikkan elektabilitas Partai Demokrat (PD) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Milenial itu ibarat kertas putih, bersih, jadi nggak pernah mereka mau ngikutin Rocky Gerung yang kerjanya ngehina-hina orang, yang akhirnya sekarang dia hidupnya terhina. Jadi sudahlah, milenial itu ibarat pria jatuhnya, hatinya selembut salju,” kata Ruhut.

Ruhut Sitompul merupakan politikus yang sempat menjadi elite di Partai Demokrat. Ruhut menyebut Rocky Gerung masuk menjadi bagian Partai Demokrat.

“Rocky Gerung itu, sejak aku tinggalkan (Partai Demokrat), baru masuk Demokrat,” ujarnya.

Sejurus kemudian, Ruhut mengatakan Rocky Gerung juga sebelumnya pernah masuk ke salah satu partai politik sebelum gabung Partai Demokrat. Namun, saat masih aktif di Demokrat, Ruhut tak pernah melihat Rocky Gerung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Dulu antipartai politik, tapi tahunya, dulu juga kader loh di salah satu partai, yang aku tahu dia di partainya Pak Syahrir almarhum, iparnya Pak LBP, suami Ibu Kartini, dia kader di situ. Sudah itu mulailah congor-nya seolah-olah tokoh independen, betul nggak?” ucap Ruhut.

Baca Juga:   Jika Puan Jadi Capres dan Susi Jadi Cawapres, Apa Jadinya?

Selain itu, Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Imanuel Ebenezer mengatakan, Rocky Gerung mempunyai pola pikir ala sinisme dan mental kolonialisme. Hal itu menanggapi pernyataan Rocky yang menyebut para kaum milenial ingin tokoh-tokoh politik unjuk gigi dalam hal akademis.

Di mana Rocky Gerung menyinggung nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

“Dia (Rocky Gerung) ingin menjajah pikiran orang lain dengan memaksakan pikirannya. Tidak ada argumentasi dia yang dibekali fakta bahwa Ganjar dan Puan ditolak milenial. Harusnya sekelas beliau punya modal fakta,” kata Noel.

 

 

Click to comment

BORING

Proklamator ID – Teka – Teki sosok yang ideal untuk menjadi calon presiden 2024 dari partai PDIP membuat sebagian masyarakat penasaran. Beberapa nama mencuat...

+62

Proklamator ID – Persatuan menjadi kunci suatu bangsa agar terhindar dari perpecahan. Apalagi kini banyak penyebab yang bisa membuat persatuan luntur. Mulai dari isu...

BORING

Proklamator ID – Nama Puan Maharani menjadi perbincangan publik ketika ada yang mendukung untuk menjadi calon presiden 2024. Pasalnya, perempuan yang menjabat sebagai ketua...

BORING

Proklamator.id – Kembali menuai kontroversi, Rocky Gerung mengatakan ada sejumlah kekonyolan dalam dunia perpolitikan Indonesia, khususnya terkait calon presiden di 2024. Salah satunya, menurutnya,...

Advertisement
close