Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945 - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ketua Umum PA GMNI Arief Hidayat bersama Ketua Dewan Pakar PA GMNI Ahmad Basarah saat acara "Quo Vadis Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia''. PROKLAMATOR
Ketua Umum PA GMNI Arief Hidayat bersama Ketua Dewan Pakar PA GMNI Ahmad Basarah saat acara "Quo Vadis Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia''. PROKLAMATOR
Ketua Umum PA GMNI Arief Hidayat bersama Ketua Dewan Pakar PA GMNI Ahmad Basarah saat acara "Quo Vadis Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia''. PROKLAMATOR

DELIVERY

Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945


Proklamator ID – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Quo Vadis Pembangunan Nasional?”. Kegiatan ini berlangsung di gedung Nusantara V, kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Dewan Pakar Nasional PA GMNI yang bekerja sama dengan MPR. Kita membahas tema penting, yaitu ‘Quo Vadis Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia’,” kata Ketua Umum DPP PA GMNI Arief Hidayat dalam sambutannya.

Hakim Konstitusi ini mengatakan sistem pemerintahan yang menyangkut pembangunan nasional perlu diperbaiki. Menurutnya, tema seminar yang diangkat sangat menarik dan actual.

“Dari tema ini, pertanyaan besarnya ialah mau dibawa ke mana sesunguhnya pembangunan nasional Indonesia di era Reformasi yang sudah berjalan?,” ujarnya.

“Membahas pembangunan nasional tidak sesederhana yang dibayangkan. Begitu kompleks, lintas isu, dan menyangkut banyak hal. Semua itu saling berkaitan, bergantung, dan melengkapi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Arief mengatakan penyelenggaraan negara dipandu oleh konstitusi, yaitu UUD NRI 194. Untuk mewujudkan tujuan negara, menurutnya, seluruh pengambil kebijakan dan komponen bangsa harus berpegang teguh pada Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

“Sekarang ini banyak terjadi disorientasi kita semua. Mari kita teguhkan orientasi dalam bernegara yang didasarkan padat ujuan, visi misi yang berdasarkan Pancasila,” jelasnya.

Sebagai hukum tertinggi, konstitusi dalam konteks bernegara selalu harus dijadikan kearngka dasar pengorganisasian pelaksanaan negara, termasuk juga pembangunan nasional. Arief menekankan pentingnya haluan negara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“UUD NRI 1945 berisi garis-garis besar fundamental mengenai haluan pembangunan negara yang harus diwujudkan. Arah pembangunan nasinal tidak dapat dan harus bertolak dan berpijak pada garis-garis besar pada gagasan luar biasa yang dituangkan dalam UUD NRI 1945, khususnya dalam pembukaannya,” ujar Arief.

Baca Juga:   Arah Baru, GMNI Bogor Adakan Pelantikan Kepengurusan Periode 2019-2021

Click to comment

OPINI

Pandemi Covid-19, gempuran perang asimetris, menjadi ujian yang nyata bagi pertahanan dan ketahanan bagi Indonesia dengan segala macam varian kebijakan pembatasan yang berefek pada...

DELIVERY

Proklamator ID – Ketua Dewan Pakar Nasional PA GMNI Ahmad Basarah menilai sudah saatnya posisi Utusan Golongan dan Utusan Daerah dikembalikan sebagai bagian dari...

DELIVERY

Proklamator ID – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Angkatan II dan Rapat Kerja (Raker) DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa...

JULID

Proklamator ID – Informasi kembali mencuat di jagad media massa nusantara ini, kali ini, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jendral Andika mencabut larangan bagi...

Advertisement
close