Home DELIVERY Kongres GMNI XXI Ambon, Gagal Dibuka Jokowi Ditindaklanjuti Juliari

Kongres GMNI XXI Ambon, Gagal Dibuka Jokowi Ditindaklanjuti Juliari

by Proklamator
Kongres GMNI XXI Ambon, Gagal Dibuka Jokowi Ditindaklanjuti Juliari

PROKLAMATOR.ID – Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara, akhirnya membuka Kongres Kemaritiman Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXI secara resmi di Gedung Islamic Center Kota Ambon, Kamis, (28/11/19), yang sebelumnya direncanakan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika melihat dan mengacu pada jadwal yang tertulis di berita schedule acara kongres.

“Saya mengajak anggota dan pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk merumuskan langkah konkrit bagaimana memberantas kemiskinan,” ajak Juliari saat pembukaan Kongres.

Menurut Juliari, kemiskinan merupakan masalah yang menjadi akar bagi persoalan lain, yakni radikalisme dan terorisme.

“Pemerintah terus memangkas angka kemiskinan, di mana saat ini telah mencapai 9,41%. Angka ini tidak kecil, sebab presentasi tersebut kira-kira setara dengan 30 jutaan jiwa, atau hampir sebanyak penduduk Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dia katakan, dalam mengatasi kemiskinan, mahasiswa dapat memulai dari diri sendiri, dengan memperkuat karakter. Serta munculkan pertanyaan bagaimana cara agar hidup tidak tergantung kepada orang lain.

“Harus ada pertanyaan yang menjadikan motivasi, seperti bagaimana agar organisasi tidak tergantung pada belas kasihan orang lain? Bagaimana agar GMNI tidak tergantung kepada orang lain?” paparnya.

Sebab faktor ketergantungan terhadap orang lain ini, disebut Juliari, sangat lah penting. Sebab tidak bisa organisasi bergantung hanya kepada satu maupun dua, tiga orang.

“Mari seluruh kader GMNI bersama Kementerian Sosial bersama Pemerintah Presiden Joko Widodo, bersama-sama mempersiapkan Indonesia Maju, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” ajaknya.

Juliari juga mengingatkan, bahwa Presiden Jokowi memiliki visi pada usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia, yakni pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara dengan penghasilan tinggi.

“Jika saat ini US$4.000 rata-rata pertahun, maka pada 2045 akan menjdi US$21.000 pertahun,” pungkasnya.

Baca Juga :   GMNI UISU PPAB kan Ratusan Kader di Kampus-Kampus di Kota Medan

Juga dikatakan oleh Somar Ketua Cabang GMNI Ambon, bahwa kehadiran Mensos RI Juliari Peter Batubara di Ambon juga sekaligus bagian dari kunjungan kerja (Kunker), serta pemberian bantuan kepada pengungsi korban bencana gempa bumi.

“Kehadiran Mensos juga bagian dari kunker, dimana dalam acara pembukaan nanti, Mensos akan menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban gempa melalui GMNI secara simbolis. Setelah acara kongres, barulah bantuan itu diserahkan kepada pengungsi korban gempa di wilayah Kabupaten Maluku Tengah,” katanya.

Ditanya kesiapan teknis penyelenggaraan Kongres Kemaritiman GMNI ke- XXI di Kota Ambon yang berlangsung selama lima hari sejak 28 November hingga 2 Desember 2019, Somar mengaku telah rampung 100 persen.

“Teknis tempat kegiatan sudah fix di Islamic Center untuk acara seremonial pembukaanya. Sedangkan acara sidang-sidangnya berjalan di Gedung Christiani Center. Mulai dari Sidang Pleno 1, Pleno 2 sampai masuk ke sidang-sidang komisi, bahkan acara penutupan kongres juga disitu (Christiani Center),” jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari panitia, kongres tersebut akan diramaikan oleh seribu lebih peserta yang berasal dari 169 DPC/DPD se-Indonesia. Dimana dari 169 DPC/DPD se-Indonesia itu, sebanyak 14 orang telah menyatakan sikapnya untuk ikut bertarung sebagai bakal calon ketum umum DPP GMNI periode 2019-2022.

“Termasuk diantaranya Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI Clance Teddy juga ikut bertarung merebut jabatan ketua umum DPP GMNI periode 2019-2022. Bagi kami sebagai tuan rumah kongres kamaritiman ini, siapapun yang terpilih ketua umum, maka posisi sekjen harus tetap dari Maluku, itu harga mati,” tegasnya.


Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!