Merajut Asa, Memberi Makna Bagi Semesta - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Aji Cahyono. Dok Istimewa

OPINI

Merajut Asa, Memberi Makna Bagi Semesta


Tepat pada hari Jum’at tanggal 07 Oktober 2022, rindu kembali menguat, akhir – akhir ini sudah sekian lama tidak berjumpa dengan beberapa kolega intelektual dan pemikir di institusi pendidikan, untuk kembali merefleksikan diri pengetahuan melalui ruang dialektis melalui forum pendidikan yang bersifat ilmiah – diskursif dengan varian paradigma dan perspektif. Meminjam peribahasa dari Tan Malaka tentang “Pendidikan itu Mempertajam Pengetahuan, Memperkukuh Kemauan, dan Memperhalus Perasaan”. Ya, saya sangat sepakat dengan pendapat Tan Malaka, bahwa pendidikan sangat urgent untuk melaksanakan pembangunan manusia. Baik pembangunan manusia secara formal (institusi pendidikan), pembangunan non formal (lingkungan sosial dan. masyarakat), maupun informal (pendidikan keluarga). Namun, masih ada beberapa hal instrumentasi yang harus diperjuangkan demi mengisi puzzle – puzzle yang kosong, sehingga masih banyak hal yang masih diperjuangkan ditengah keterbatasan yang ada.

Kesabaran revolusioner, adalah kunci untuk menerjemahkan fenomena agar kita selalu bersyukur dihadapkan dengan situasi yang dilematis – kompleks. Secara prinsip bahwa kita sebagai manusia tidak boleh menyerah dan selalu berjuang sekuat tenaga, baik pikiran maupun perasaan. Ya, memang sangat mudah untuk di narasikan dengan kata – kata, namun bukan perkara mudah untuk di implementasikan. Hanya dengan niat yang kuat untuk selalu bertahan. Yakinlah Memihak, Yakinlah Bertindak, karena kebenaran, tentu Tuhan akan berpihak kepada orang yang baik. Memperjuangkan pendidikan, memperbaiki kualitas pembangunan manusia, baik untuk diri sendiri maupun orang disekitarnya.

Bagi saya, menulis adalah bagian dari merawat kehidupan, merajut asa, dan memberi makna. Maksudnya apa ? karena menulis adalah ikut andil dalam proses pencerdasan anak bangsa, membimbing untuk menjadi manusia dengan kepribadian yang baik dan mulia. Serta memberikan ruang perspektif lainnya untuk memberikan saran serta masukkan demi perbaikan sebuah peradaban. Kita sebagai manusia sudah dihadirkan dengan media sebagai platform penyebar informasi.  Karena bagi saya, bahwa manusia mempunyai hak untuk cerdas dan mengetahui fenomena, membangun paradigma yang tidak tersekat sekat dengan perangkingan kampus. Bahkan, yang lebih mirisnya, ditemukan beberapa kampus elit, dugaan saya berdasarkan sampel yang didapatkan, masih ditemukan mahasiswa tidak serius dalam belajar dan berproses, apalagi menulis. Hal ini, sudah menjadi self evaluate dalam dunia pendidikan secara holistik.

Baca Juga:   Merenungkan Bangsa Indonesia

Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa Negara melalui Pemerintah Pusat maupun Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi. Dalam hal ini, bagaimana peran pemerintah, sebagaimana yang tertuang didalam Pasal 31 ayat 4 UUD 1845 Amandemen ke 4, memberikan amanat kepada Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mengalokasikan anggaran sekurang kurangnya 20 persen dari APBN serta dari APBD untuk kebutuhan pendidikan nasional, dan dikuatkan dengan putusan dari Mahkamah Konstitusi dengan Nomor: 013/PUU-VI/2008.

Tentunya, sebagai warga Negara yang baik, seyogyanya kita harus memanfaatkan platform yang difasilitasi oleh Negara untuk pencerdasan rakyatnya. Tentu sangat disayangkan, jika kita sebagai manusia, cikal bakal proyeksi untuk berkontribusi bagi bangsa dan Negara, hanya menyia-nyiakan waktu hanya untuk bersenang senang, melaksanakan kegiatan hedonistik dengan asumsi “Mumpung masih Muda”. Sejak saya bersinggah di Ibukota, maaf dengan segala hormat, saya merasa amat sedih. Karena bangsa dan Negara membutuhkan regenerasi bagi anak bangsa yang mau mengabdikan diri untuk membangun negeri Indonesia dengan aneka ragam budaya, ras, suku, agama, maupun bahasa. Dengan harapan besar, Tuhan selalu memberkati kita semua, serta damai alam semesta selalu mendukung hal yang baik, serta mendapatkan ridho untuk berkontribusi bagi bangsa dan Negara, untuk keselamatan rakyat semesta. Merajut Asa Memberi Makna Bagi Semesta !


Aji Cahyono, Mahasiswa Magister Konsentrasi Kajian Timur Tengah, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Click to comment

Advertisement
close