Momentum Kemerdekaan RI Ke 77, GMNI Fisipol UINSA Gagas Pembangunan Semesta Berencana Berbasis Gotong Royong Berskala Nasional dan Internasional - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Potret Kader GMNI Surabaya Tempo Dulu di Atas Gedung Salah Satu Hotel di Surabaya. Sumber: Info GMNI

AI

Momentum Kemerdekaan RI Ke 77, GMNI Fisipol UINSA Gagas Pembangunan Semesta Berencana Berbasis Gotong Royong Berskala Nasional dan Internasional


Proklamator ID – Kurang lebih 2 tahun Pandemi Covid melanda Bangsa Indonesia hingga Dunia menyebabkan masyarakat mengalami keterpurukan ekonomi dan kesejahteraan sosial, baik tingkat Atas hingga Menengah Kebawah. Menghadapi banyak tantangan serta ujian sejarah, mulai dari kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi berat yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Di tengah keterpurukan inilah semua elemen bangsa bergerak bersama untuk mewujudkan harapan dan bersinergi bersama untuk mencapai pecepatan pemulihan kondisi semua sektor seperti Ekonomi, Sosial Budaya dan Ketahanan Pangan maka untuk itu kita Bangsa Indonesia siap serta bangkit menghadapi tantangan global.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menyajikan, berdasarkan kedaerahan, persentase penduduk miskin Indonesia di pedesaan sebesar 12,29% pada Maret 2022. Angka ini turun dari September 2021 yang sebesar 12,53%. Sedangkan, persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 7,50% pada Maret 2022 alias turun dari September 2021 yang sebesar 7,60%.

Melihat realitas tersebut, Menurut Wakil Ketua Bidang Sosial dan Politik Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Muhammad Imam Fauzi mengatakan, bahwa fenomena bangsa Indonesia dihadapkan dengan adanya Pandemi Covid – 19, ketimpangan sosial dan ekonomi secara terstruktur dan masif. Menurutnya, sebagai mahasiswa harus mempunyai kesadaran moral force, kita harus melibatkan diri secara ide, gagasan maupun implementasi secara strategis dan taktis dalam penekanan penekanan angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia, karena ini bentuk manifestasi Pengabdian Masyarakat dan Negaram, sebagaimana amanat Panglima Revolusi Indonesia, Bung Karno dalam gagasannya tentang Revolusi Intelektual dan Mental.

“Selain Kemiskinan yang mengalami ketimpangan di masa pandemi covid sektor lainnya juga mengalami intervensi peningkatan seperti Pendidikan, Sosial Budaya dan Ketahanan Pangan” ujarnya.

Baca Juga:   Memantau Elektabilitas Politik Melalui Artificial Intelligence

Kendati demikian, ia menuturkan bahwa penekanan angka kemiskinan di Indonesia tidak serta merta dilaksanakan secara individualistik, melainkan harus berwatak gotong royong. Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa Konsep Berdikari di bidang Ekonomi, sebagaimana yang diajarkan di GMNI Surabaya, maka seyogyanya harus peka terhadap isu kemiskinan. Sehingga, gagasan ini tidak hanya diterapkan di GMNI Fisipol UINSA, melainkan harus diterapkan di GMNI Seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Karena, peran aktivis mahasiswa harus dilaksanakan secara konkret dengan hadirnya inovasi dan kreativitas dalam persaingan Global yang semakin kompleks.

“Kader GMNI harus siap turut andil dalam hadapi tantangan zaman. Karena yang akan dihadapi bukan hanya dalam Hal Ekonomi/kesejahteraan masyarakat tetapi banyak sektor yang akan datang seperti Pendidikan, Sosial Budaya dan Ketahanan Pangan. Sikap dan Karakter seperti meningkatkan literasi, pantang menyerah dan Kerja keras yang tegakkan.” tegasnya.

Pasalnya, GMNI adalah Organisasi yang berorientasi pada masyarakat maka setiap kader wajib memaksimalkan potensi yang ada dalam diri mereka untuk membuat masyarakat jauh meningkat dari biasanya dengan cara Inovasi dan kreativitas SDM yang ada. “Tantangan zaman tidak hanya berada pada 1 kali datang melainkan berkelanjutan dan jangka panjang maka dari itu perlu memaksimalkan potensi kader yang ada dan kerja sama antar Kader.” Jelas Bung Imam Fauzi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Organisasi yang memiliki logo banteng ini melambangkan Keteguhan pendirian dalam mengembang Tugas Perjuangan dan Kader-Kader yang Berpotensi Tinggi dan siap untuk menghadapi tantangan zaman pasca pandemi. Mahasiswa yang sedang belajar Pendidikan di Bidang Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengatakan bahwa “Untuk menghadapi tantangan zaman kader GMNI perlu peningkatan literasi dan memaksimalkan Potensi yang ada dalam diri mereka seperti Kemampuan Analisis Sosial Kader, Peningkatan Leadership dan Tanggung Jawab Ideologi untuk mengawal Pulih dan Bangkit nya Bangsa Indonesia.”

Baca Juga:   Solusi Marhaensime Sebagai Azaz Perjuangan Marhaenis di Era Post Modern

“Konsep Trisakti yang ditinggalkan oleh Bapak Proklamator kita tidak hanya sebagai impian saja melainkan adalah tanggung jawab bersama agar Indonesia jauh lebih tinggi dan menjadi negara Maju di kancah Dunia” Imbuhnya.

Ia berharap. peringatan Kemerdekaan tahun ini dengan tema Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat menjadi refleksi dari nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan Bangsa Indonesia. Untuk itu tugas Kader GMNI adalah mengawal dan mendampingi masyarakat langsung dalam berbagai sektor dari Ekonomi, Pendidikan, Sosial Budaya dan Ketahananan Pangan.

“Maka dari itu kepada seluruh komponen masyarakat dan semua elemen pembangunan untuk bersinergi dan kolaborasi untuk Memulihkan dan Membangkitkan Bangsa lebih Kuat seperti konsep yang ditinggalkan oleh Bung Karno” Pungkasnya.

 

Writer: Aji Cahyono

Click to comment

+62

Proklamator ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Adi Sutarwijono gandeng kelompok anak muda melaksanakan Forum Silaturahim, dalam rangka menjaring aspirasi...

ROMANSING

Proklamator.id – Kata Marhaen, Marhaenis, dan Marhaenisme tentu memiliki pemaknaan yang berbeda. Sebagaimana yang dituangkan didalam buku “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” karya Cindy Adams,...

Advertisement
close