Pertemuan UN Food Sytem Summit di Markas PBB, Indonesia: Komitmen Wujudkan Sistem Pangan Nasional - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ilustrasi Foto Petani Petik Hasil Panen Pertaniannya. SHUTTERSTOCK

+62

Pertemuan UN Food Sytem Summit di Markas PBB, Indonesia: Komitmen Wujudkan Sistem Pangan Nasional


Proklamator.id – Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarta, dalam pertemuan UN Food System Summit yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York pada 23-24 September 2021, Indonesia berkomitmen dalam wujudkan transformasi sistem pangan global untuk mencapai tujuan dari SDGs.

“Untuk mempercepat upaya mencapai SDGs, Indonesia berkomitmen untuk dukung upaya bersama mewujudkan transformasi sistem pangan global”, ujarnya.

Pertemuan UN FSS digagas Sekjen PBB sebagai bagian dari implementasi “Decade of Action for delivery on the SDGs by 2030”.

Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarta, dalam pertemuan UN Food System Summit yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York pada 23-24 September 2021,/Kemenlu

Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh  keprihatinan terhadap semakin banyaknya tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan SDGs, khususnya SDG 2 mengenai penghapusan kelaparan dan mengatasi malnutrisi.

Dalam penyampaiannya, Suharso, menyampaikan ada 3 strategi jadi prioritas bagi Pemri, Pertama, ciptakan sektor pertanian yang  inklusif, tangguh, dan berkelanjutan; memberikan dukungan khusus bagi petani skala kecil; serta meningkatkan kerja sama internasional dan kemitraan multistakeholder.

Dalam perwujudan transformasi sistem pangan, komitmen Indonesia mewujudkan penyelenggaraan dialog nasional dan sub nasional dengan mempertimbangan berbagai masukan yang substantif dalam perbaikan governance dibidang sistem pangan nasional. Petemuan diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas sebagai national convenor UNFSS.

Perubahan iklim dan pandemi juga semakin memperburuk situasi ketahanan pangan global. Bahkan berdasarkan data FAO, terdapat sekitar 720 s/d 811 juta orang di dunia menderita kelaparan pada 2020, atau lebih banyak 118 juta orang dibandingkan tahun 2019.

Dalam kaitan itu, Indonesia garisbawahi pentingnya untuk menghindari pendekatan yang bersifat one-size-fits all dalam transformasi sistem pangan terutama mengingat tantangan yang berbeda-beda dan kompleks di setiap wilayah.

Baca Juga:   Jokowi Resmi Tugaskan 17 Dubes RI di Negara Sahabat

Melalui UN FSS, Indonesia berharap seluruh negara dapat bersama-sama mewujudkan upaya mengakhiri kelaparan dan kemiskinan global, serta membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan, adil, dan tangguh.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WWW

Proklamator ID – Di Israel saat ini sebagai negara yang di dunia menerapkan sistem koperasi, baik dari aspek ideologi maupun praktek. Secara historis, pembentukan...

NGASUS

Proklamator.id – Setiap tanggal 24 September, kita memperingati Hari Tani Nasional yang merupakan peringatan untuk mengenang sejarah para petani dan perjuangan untuk bebas dari...

ROMANSING

Proklamator.id – Momentum Hari Tani Nasional pada 24 September 2021, tentu berharap kepada Pemerintah untuk merealisasikan percepatan pembaharuan reforma agraria. Pasalnya, dengan adanya pembaharuan...

NGASUS

Proklamator.id – Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino, menyoroti fenomena minimnya minat anak muda yang berprofesi sebagai petani. Pasalnya, profesi petani saat ini,...

Advertisement
close