Home Kabar Pesan Natal Dari Teluk Cendrawasih Oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap

Pesan Natal Dari Teluk Cendrawasih Oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap

by Elhamdowi Alkadrie
Pesan Natal Dari Teluk Cendrawasih Oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap

Proklamator – Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd mengajak seluruh warganya memaknai Natal dengan memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan, mencintai kehidupan yang aman dan damai, serta tetap menjaga tindakan yang saling menghargai antara satu dan lainnya (toleransi).

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd saat memberikan pesan-pesan dan hikmah Natal di Perayaan Natal Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Biak Numfor, di Gedung Serbaguna Tongkonan, Sabtu (8/12/2019) malam.

“Pesan dari sub tema Natal IKT Kabupaten Biak Numfor malam ini mengajak kita selalu menjaga rasa persaudaraan yang rukun bagi semua orang tanpa memandang sejumlah perbedaan. Ini menjadi penting dalam mendukung suksesnya pembangunan ke depan. Harapannya, kebersamaan, toleransi dan hidup dalam suasana damai selama ini, harus terus kita pertahankan,” ujar Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd.

“Mari kita saling menopang satu dengan yang lain, jauhkan sikap-sikap iri dan saling menjatuhkan, sebagaimana pesan Natal tahun ini mengajak kita selalu hidup sebagai sahabat.”

Sahabat tidak mengenal permusuhan, sahabat tidak mengenal golongan, agama, suku dan ras. Selain itu, sahabat tidak mengenal iri hati dan dendam,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Pdt. Agustinus Rinding. Dalam khotbahnya ia berpesan agar masyarakat hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Khususnya, Umat Kristiani agar senantiasa menjaga kebersamaan dan saling mendukung dalam berbagai hal.

“Natal kali ini kembali mengingatkan tentang pentingnya hidup dalam berbagai persahabatan, dimana persahabatan itu tidak saling mendendam. Dari pesan Natal ini juga mengajak kita untuk meninggalkan berbagai ego masing-masing, kita perlu hidup berdampingan dengan menghargai segala perbedaan,” tutur Pdt. Agustinus Rinding.

Baca Juga :   Soal Salam Kebhinekaan, Ganjar: Lebih Substantif Persoalan Bangsa Ini

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!