Home FYI PP 57/ 2021 Menggerus Nation and Character Building

PP 57/ 2021 Menggerus Nation and Character Building

by National Marhenist
PP 57/ 2021 Menggerus Nation and Character Building

PROKLAMATOR – Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Pendidikan Nasional mendapatkan berbagai tanggapan. Frans T Halomoan selaku dari GMNI Komisariat Universitas Negeri Jakarta sekaligus lulusan dari S1 Manajemen Pendidikan menilai produk regulasi ini gagal memahami riil atau realitas dari situasi pendidikan nasional serta terlihat tergesa-gesa sekaligus jauh dari pola analisis kebutuhan seperti apa yang dibutuhkan negara sekarang ini. Ada beberapa hal yang perlu disorot yakni:

KURANGNYA ELABORASI DARI KEDUA PIHAK

Pertama yang perlu disadari adalah jika benar adanya pergeseran bahwa Pancasila tidak sebagai muatan wajib sebagai Mata pelajaran khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu SD hingga SMA. Maka hadirnya regulasi ini menjadi tantangan bagi pemangku kebijakan yang bertanggung jawab dan harus mengubah total nomenklatur program studi. Karena, akan berdampak pada output dari lulusan dari program studi rumpun keilmuan Pendidikan Pancasila pada LPTK atau dahulu dikenal sebagai Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Disisi lain pun terlihat masih minimnya peran dari kedua pihak. Baik dari sebagai pelaku lapangan yaitu para pendidik dan ahli dalam bidang pendidikan pancasila dan pemangku kebijakan. Sehingga masih jauh dari keselarasan dalam realitas sampai unit terkecil yaitu sekolah.

ADAKAH ALTERNATIF BARU DALAM MENGEJAWANTAHKAN PANCASILA YANG AKAN DIGAGAS?

Kedua, mengenai alternatif.  Dengan hadirnya regulasi ini, maka dapat dipersepsikan bahwa mata pelajaran Pancasila sebagai pilihan (Opsional) bagi penyelenggara pendidikan pada tingkat jenjang pendidikan dasar dan menengah. Karena, landasan hukum tidak secara eksplisit tertulis.  Kedepan apa sudah adanya alternatif dari Pemerintah untuk mengejawantahkan Pancasila dan Ajaran-ajaran pemikir tokoh bangsa khususnya konteks sekarang ini? Terlepas dari situasi kehidupan bermasyarakat seperti yang kita ketahui baik itu ideologi trans-nasional, distorsi nasionalisme, ekstrimisme dan fundamentalisme.

Baca Juga :   Jokowi Sindir Rangkulan Politik Antara Surya Paloh dan Sohibul Iman

JAS MERAH DILUPAKAN

Ketiga, Makin hilangnya “Nation and Character Building“. Sebagaimana rumusan pemikiran dari Bung Karno yang masih ideal hingga saat ini, dirasa tepat melalui membangun bangsa dengan konsep pendidikan karakter yang seharusnya Pendidikan Pancasila sebagai jalan dan rel. Nyatanya tidak, dan hanya sebagai opsional. Maka, bagaimana kedepannya kita sebagai bangsa akan tergerus pondasi karakter dan nilai kebangsaan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam masyarakat Indonesia.

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!
close