Puan: Menjaga Persatuan Jadi Kunci Untuk Menepis Berbagai Isu Miring - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Joko Widodo dan Puan Maharani. BPMI
Joko Widodo dan Puan Maharani. BPMI
Joko Widodo dan Puan Maharani. BPMI

+62

Puan: Menjaga Persatuan Jadi Kunci Untuk Menepis Berbagai Isu Miring


Proklamator ID – Persatuan menjadi kunci suatu bangsa agar terhindar dari perpecahan. Apalagi kini banyak penyebab yang bisa membuat persatuan luntur. Mulai dari isu agama, ras sampai suku.

Maka dari itu, persatuan bangsa menjadi pedoman agar terhindari dari isu – isu tersebut.

Sama seperti yang dikatakan Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia menegaskan persatuan dan kerukunan bangsa tidak bersifat statis. Puan berharap persatuan dan kerukunan sepatutnya senantiasa dirawat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kita perlu sadar bahwa persatuan dan kesatuan itu bukan hal statis. Kita tidak boleh menganggap persatuan Indonesia akan terjadi sendiri. Persatuan harus terus dirawat dan ditumbuhkan dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Puan.

Puan mengajak seluruh pemuka agama agar terus menyuarakan pentingnya persatuan bagi seluruh umat beragama. Selain itu, setiap pemuka agama pun harus mengingatkan umat beragama tentang pentingnya nilai-nilai gotong royong yang merupakan intisari Pancasila.

“Kita harus ingat, persatuan adalah bagian dari bangsa kita, bagian dari jati diri kita. Ini semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak negara mengagumi konsep Indonesia sebagai konsep yang diperlukan di negara mereka masing-masing,” ucap Puan.

Puan menyatakan sila ketiga Pancasila secara terang benderang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Puan mengungkap Proklamator sekaligus Presiden pertama Soekarno sudah menegaskan bahwa Indonesia didirikan untuk semua golongan.

“Bung Karno (Soekarno) saat pertama berpidato tentang Pancasila pada 1 Juni 1945 sudah katakan, kita hendak dirikan negara buat semua, bukan untuk satu golongan, tetapi semua untuk semua,” katanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada bagian lain, Puan menuturkan tenaga kesehatan hingga saat ini masih berjuang merawat pasien positif Covid-19. Puan mengajak seluruh komponen bangsa mendoakan masyarakat yang terpapar Covid-19 supaya segera sembuh.

Baca Juga:   Jumlah Warga Miskin Meningkat Selama Pandemi, Terburuk Selama 30 Tahun Terakhir

“Kita turut doakan semua tenaga kesehatan yang berjuang di garis depan untuk melawan Covid-19. Mari kita terus jaga tanggung jawab kita dengan disiplin terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ucap Puan.

Puan mengatakan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai di atas 89 juta kasus. Jumlah korban meninggal lebih dari 1,9 juta orang. Di Indonesia, angka kasus positif mencapai sekitar 856.000, dan korban meninggal lebih dari 24.000.

“Angka-angka tersebut menunjukkan Covid-19 tidak pandang bulu, tidak memandang apa agamanya, suku, warna kulit, dan pekerjaan. Covid-19 adalah musuh kita bersama. Untuk melawannya kita tidak boleh terpecah belah,” tegas Puan.

Terkini, saat Hari Sumpah Pemuda, Puan juga mengajak generasi muda Indonesia saat ini untuk tidak henti-hentinya berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan, yang semangatnya pertama kali dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Puan meminta spirit bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yaitu Indonesia, yang digelorakan para pemuda nusantara 93 tahun lalu, juga menjadi spirit kaum muda bangsa saat ini.

“Spirit api Sumpah Pemuda tidak boleh padam, bahkan tidak boleh meredup sedikit pun. Untuk itu, generasi muda penerus masa depan bangsa, jangan pernah bosan untuk berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan,” kata Puan.

Menurut Puan, ketika bangsa ini berhenti bicara tentang kebhinekaan yang menjadi sumber kekuatan dalam persatuan, maka pada saat itulah tunas-tunas perpecahan mulai tumbuh.

“Sebaliknya saat kita terus merawat persatuan, maka Indonesia bisa akan terus maju,” imbuh politisi PDI Perjuangan ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini mengingatkan bahwa keberagaman di Indonesia justru harus menjadi sumber kekuatan dan persatuan, bukan perpecahan.

Baca Juga:   Komponen Cadangan Dan Urgensi Kepentingan Darurat

“Kebhinekaan di Indonesia kita lihat sebagai berkah, bukan sumber sumpah serapah,” tegasnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu menambahkan, DPR sebagai representasi keterwakilan rakyat, akan jeli melihat setiap tantangan dalam upaya merawat persatuan Indonesia. DPR juga akan menjadi garda utama penjaga api semangat nasionalisme dan persatuan, dengan terus konsisten menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat dari Sabang sampai Merauke.

“Sebab seperti kata Bung Karno, bahwa sejak awal kita ingin mendirikan suatu negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua. Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia,” pungkasnya.

Click to comment

BORING

Proklamator ID – Teka – Teki sosok yang ideal untuk menjadi calon presiden 2024 dari partai PDIP membuat sebagian masyarakat penasaran. Beberapa nama mencuat...

BORING

Proklamator ID – Nama Puan Maharani menjadi perbincangan publik ketika ada yang mendukung untuk menjadi calon presiden 2024. Pasalnya, perempuan yang menjabat sebagai ketua...

NGASUS

Proklamator ID – Rocky Gerung menjadi bulan bulanan sejumlah tokoh akibat komentarnya mengenai mengatakan menaikkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR...

NGASUS

Proklamator ID – Pandemi Covid-19 telah memperburuk kondisi ekonomi banyak warga dunia. Kemiskinan kian merajalela, masyarakat kecil semakin terhimpit, sedangkan kalangan menengah kondisi ekonominya...

Advertisement
close