Home Marhaenisme Radikalisasi Gerakan

Radikalisasi Gerakan

by Proklamator
Radikalisasi Gerakan

Materi Keorganisasian

          Materi keorganisasian adalah materi yang mengenalkan kepada calon kader tentang arti sebuah organisasi yang mencakup bentuk-bentuk organisasi, jenis-jenis organisasi dan fungsi organisasi. Bentuk-bentuk organisasi disampaikan dengan cara menjelaskan bentuk perbedaan antara organisasi dengan non organisasi. Jenis-jenis organisasi disampaikan dengan cara membedakan pola dan sistematika hirarkis keorganisasian di tiap-tiap organisasi yang ada.

Setelah penyampaian materi tersebut, calon kader diwajibkan melakukan identifikasi pada masing-masing organisasi yang ada untuk membedakan organisasi mana yang evolutif, tidak memiliki paradigma dan cita-cita, dengan organisasi mana yang revolusioner, berparadigma dan memiliki landasan ideologi yang kuat. Setelah pengenalan dan identifikasi tiap-tiap organisasi, calon kader kemudian diajak untuk mengidentifikasi GMNI sebagai organisasi yang ditinjau dari ideologi dan sistematika keorganisasian yang berlaku di AD/ART. Dengan identifikasi tersebut diharapkan para calon kader akan dapat memahami lebih baik lagi tentang bentuk, jenis dan fungsi keorganisasian di tubuh GMNI.

          Materi keorganisasian tersebut kemudian direlevansikan dengan peran dan posisi GMNI sebagai alat perjuangan dan sentral gerakan. GMNI sebagai alat perjuangan berarti GMNI adalah alat untuk mewujudkan cita-cita bersama yaitu terwujudnya masyarakat sosialis Indonesia. GMNI sebagai sentral gerakan berarti GMNI adalah titik pusat dari segala gerakan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

           Tambahan materi keorganisasian lainnya adalah materi manajemen organisasi dan teori kepemimpinan. Materi manajemen organisasi bersangkut paut pada rule of law dan rule of game di tubuh GMNI sebagai sebuah organisasi. Materi teori kepemimpinan bersangkut paut pada tipe-tipe kepemimpinan dengan cara mencontohkan pola-pola kepemimpinan yang ada dalam perkembangan sejarah yang kemudian dikaitkan dengan budaya-budaya kekuasaan.

          Berdasarkan uraian di atas, maka secara garis bersar Kerangka Acuan materi “Keorganisasian” dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Pengenalan organisasi
  • Bentuk organisasi
  • Jenis organisasi
  • Fungsi organisasi
  1. Identifikasi organisasi
  2. GMNI sebagai organisasi
  • GMNI sebagai alat perjuangan
  • GMNI sebagai sentral gerakan
  1. Manajemen organisasi
  2. Teori kepemimpinan
  • Pola-pola kepemimpinan dalam perkembangan sejarah
  • Pola kepemimpinan dan budaya kekuasaan
Baca Juga :   GMNI UISU PPAB kan Ratusan Kader di Kampus-Kampus di Kota Medan

Materi Konstalasi Politik Nasional

Materi konstalasi politik nasional adalah materi yang mencakup perkembangan politik ketatanegaraan di Indonesia selama sejarah Indonesia berdiri. Politik ketatanegaraan minimal mencakup hal-hal mengenai : dinamika demokrasi Indonesia dan dinamika politik pemerintahan di Indonesia.

Dinamika demokrasi di Indonesia ditekankan pada analisa komparatif antara sistem demokrasi (demokrasi politik dan demokrasi ekonomi) yang diterapkan oleh setiap rejim pemerintahan di Indonesia, mulai dari masa Bung Karno sampai pada kepemimpinan nasional terakhir. Analisa komparatif tersebut merupakan derivasi dari teori-teori demokrasi yang minimal mencakup 5 (lima) contoh pola demokrasi yang ada di dunia antara lain : demokrasi terpimpin negara komunis, demokrasi terpimpin negara monarki konstitusional, demokrasi terpimpin negara-negara keagamaan, demokrasi liberal negara kapitalis dan demokrasi Pancasila sendiri.  Dengan analisa komparatif tersebut, nantinya akan dapat diketahui sistem demokrasi apa yang dipakai dan dikembangkan oleh setiap rejim pemerintahan di Indonesia, sekaligus untuk memahami letak keburukan dan kebaikan dari sistem demokrasi yang diterapkan tersebut.

Materi dinamika politik pemerintahan di Indonesia mencakup materi tentang analisa kekuasaan dengan cara menganalisa kebijakan-kebijakan pemerintah (kekuasaan) sebagai stakeholder untuk dianalisa motif dan tujuannya besarta pengaruh dan implikasinya terhadap kehidupan rakyat. Kebijakan-kebijakan tersebut kemudian diidentifikasi ke dalam turunan-turunan ideologi agar diketahui dasar-dasar dan muatan kepentingan yang mewarnai kebijakan tersebut. Dengan proses identifikasi itu diharapkan nantinya para kader akan mampu menjawab pertanyaan: apakah kebijakan itu benar-benar untuk kepentingan hidup rakyat ataukah hanya sebatas kepentingan kapitalisme dan kekuasaan.

          Materi konstelasi politik nasional juga dapat ditambahkan dengan pemetaan (maping) potensi-potensi kekuatan yang berkembang dan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan rakyat, baik partai politik, LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, maupun organ-organ kekuatan lainnya. Tujuan pemetaan tersebut adalah untuk mengetahui mana kawan taktis dan mana kawan strategis serta mana lawan taktis dan mana lawan strategis sehingga memudahkan kader dalam proses membangun machtvorming.

Berdasarkan uraian di atas, maka secara garis besar Kerangka Acuan dari materi “Konstelasi Politik Nasional” dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Sistem demokrasi negara-negara dunia
  • demokrasi terpimpin di negara komunis
  • demokrasi terpimpin di negara monarki
  • demokrasi terpimpin di negara keagamaan
  • demokrasi liberal di negara kapitalis
  1. Demokrasi Pancasila
  2. Dinamika demokrasi di Indonesia
  • Analisa komparatif demokrasi dalam setiap kepemimpinan nasional (masa Bung Karno sampai masa kepemimpinan nasional terakhir)
  • Analisa komparatif dinamika perkembangan sistem demokrasi Indonesia dengan sistem demokrasi negara-negara di dunia
  1. Dinamika politik pemerintahan di Indonesia
  • Identifikasi dan analisa atas kebijakan-kebijakan publik
  1. Pemetaan kekuatan organ
  • Kawan taktis dan kawan strategis
  • Lawan taktis dan lawan strategis

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!