Sayangkan RI dukung Resolusi MU PBB terkait Ukraina - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmahanto Juwana. Antara Foto

DELIVERY

Sayangkan RI dukung Resolusi MU PBB terkait Ukraina


Proklamator ID – Resolusi Majelis Umum PBB terkait situasi di Ukraina telah selesai divoting dengan komposisi 141 mendukung, 5 menentang dan 35 abstain.

Resolusi dengan judul Agresi Rusia terhadap Ukraina menentukan tindakan Rusia menyerang Ukraina “disayangkan’ (deplore). Penggunaan kata deplore lebih lunak dari mengutuk (condemn).

Posisi Indonesia dalam voting resolusi ini adalah mendukung. Patut disayangkan posisi yang diambil oleh Indonesia karena empat alasan.

Pertama, seolah Indonesia berada dalam posisi sebagai hakim terkait serangan Rusia dan menentukan tindakan tersebut sebagai salah. Padahal dua negara yang berseteru pasti memiliki justifikasi berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional.

Satu hal yang pasti Rusia tidak akan menyatakan dirinya melakukan perang agresi atau serangan terhadap integritas wilayah negara lain. Ini karena perang agresi pasca Perang Dunia II telah disepakati untuk dilarang. Sehingga perang hanya boleh untuk dua hal saja yaitu dimandatkan oleh PBB atau dalam rangka membela diri (self defence).

Kedua, dengan posisi mendukung berarti Indoneaia hanya mengekor AS dan kawan-kawan (dkk). Sebagai negara yang menjalankan kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif seharusnya Indonesia menjaga jarak yang sama dalam perseteruan antara Ukraina dan Rusia. Indonesia tidak perlu melibatkan diri dalam pertikaian dua negara layaknya AS dkk yang cenderung berpihak pada Ukraina.

Ketiga, Indonesia seolah melupakan sejarah yang pernah dialami di masa lalu. Di masa lalu Indonesia pernah pada posisi seperti Rusia terkait status Timor Timur (Timtim). Ketika itu narasi yang digunakan oleh Indonesia adalah rakyat Timtim berkeinginan untuk bergabung ke Indonesia (integrasi). Namun oleh AS dkk dihakimi sebagai tindakan aneksasi.

Terakhir, posisi yang diambil oleh Perwakilan Indonesia di PBB tidak sesuai dengan arahan dari Presiden. Presiden dalam tweetnya tanggal 24 Pebruari 2022 menghendaki “Setop Perang”.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Baca Juga:   Kongres GMNI XXI Ambon, Gagal Dibuka Jokowi Ditindaklanjuti Juliari

Maknanya Presiden tidak merujuk pada ketentuan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB yang mewajibkan negara agar menahan diri dari penggunaan kekerasan (perang) dalam melakukan hubungan internasional terhadap integritas wilayah negara lain.

Presiden lebih merujuk pada ketentuan Pasal 2 ayat 3 Piagam PBB yang mewajibkan negara untuk menyelesaikan sengketa mereka secara damai sehingga tidak membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.

Apa hendak dikata nasi telah menjadi bubur. Indonesia tdak lagi bisa secara maksimal dalam posisi sebagai ‘bagian dari solusi’ dalam pertikaian Rusia dengan Ukraina, tetapi telah berposisi sebagai ‘bagian dari masalah’.

Ke depan Kemlu dalam membuat kebijakan untuk menyikapi pertikaian antar negara harus hati-hati dan cermat. Kemlu tidak seharusnya sekedar mengekor perspektif kebanyakan negara, apalagi negara-negara besar yang memiliki pengaruh.


Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI, Rektor Universitas Jenderal A Yani melalui Pesan Beredar di WAG

Click to comment

WWW

Proklamator.id – Utusan khusus Presiden Vladimir Putin, Zamir Kabulov, mengatakan Rusia akan mengundang perwakilan Taliban dalam dialog internasional terkait Afghanistan di Moskow. Kabulov menjelaskan,...

ROMANSING

Proklamator.id – “Hubungan baik ini (Indonesia-Rusia) dibangun oleh teman karib bangsa kami Presiden pertama Indonesia Sukarno” – Vladimir Putin Hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia...

ROMANSING

Proklamator – Larangan adalah salah satu bab yang paling disalahpahami dalam sejarah dunia, terutama karena kita secara keliru menganggapnya sebagai sejarah Amerika yang unik....

Advertisement
close