Strategi Penyambung Lidah Rakyat Lewat Politik Bagi Beras Ala Puan Maharani - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ilustrasi Foto Penyerahan Bantuan Beras Tas Bergambar Ketua DPR RI, Puan Maharani. Antara/HO-PDIP-NTB

ROMANSING

Strategi Penyambung Lidah Rakyat Lewat Politik Bagi Beras Ala Puan Maharani


Proklamator ID – Akhir akhir ini mengabarkan dengan pemberitaan hingga viral di media sosial soal beras dari Puan Maharani yang merupakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR – RI). Hal ini dikejutkan pemberitaan publik soal pemberian secara masif yang dilaksanakan oleh Putri dari Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Taufik Kiemas. Sehingga, bagi penulis merupakan sebagai wujud empati dari representatif dari Rakyat di Senayan, menjadi manifestasi dari Gotong Royong sebagaimana menjadi amanat dari Kakeknya yakni Ir. Soekarno dalam mengambil intisari dari Memahami arti dari Pancasila sebagai Way of Life, atau sebagai Meja Statis dan Leitstar Dinamis.

Puan Maharani yang akrab dikenal sebagai Mbak Puan merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melakukan serangkaian terobosan agar sebagai cucu dari The Founding Father dapat dikenal oleh Masyarakat luas, terutama Rakyat Indonesia. Hal ini ditengarai oleh beberapa anggota DPR yang di Senayan, melakukan berbagai kegiatan pembagian beras dari Mbak Puan dari Daerah Pemilihan (Dapil) masing masing.

Salah satu contoh Wakil Rakyat berkantor di Senayan yakni Dede Indra Permana Soediro, yang merupakan Fraksi PDI-P Dapil X Jawa Tengah menjadi penjembatan dengan terdistribusinya kurang lebih 8000 paket sembilan bahan pokok (sembako) termasuk beras dari Puan Maharani yang telah dibagikan pada hari Sabtu, 25 Desember 2021 di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. sebagaimana yang diberitakan oleh Seputar Tangsel. (Seputar Tangsel: 2021)

Anggota DPR dari Dapil NTB melakukan hal yang sama yakni Rachmat Hidayat dengan total kurang lebih yakni 7.000 paket sembako dengan satu kota/kabupaten hanya 1000 paket sembako. Daerah tersebut yakni untuk masyarakat di Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa. Bantuan tersebut dalam rangka kepedulian dari Puan Maharani kepada masyarakat pada situasi pandemi covid-19 (Berita Satu: 2021). Kemudian PDI -P melalui Ketua DPD PDI-P Kalimantan Barat yakni Lasarus, turut partisipasi menjembatani pembagian beras yang dibantu oleh DPC PDI-P di wilayah Kalbar dengan kurang lebih 100 ton beras diperuntukan bagi warga yang tidak mampu (Voi: 2021).

Baca Juga:   9 Butir Marhaenisme Hasil Kongres Partindo Juli 1933

Pembagian secara serentak yang dilakukan oleh Anggota DPR dari Fraksi PDI – P, hal tersebut dibenarkan oleh Hendrawan Supratikno, secara institusi fraksi membenarkan fenomena tersebut sebagai wujud gotong royong dalam penanganan pandemi covid – 19. Menurutnya bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekedar membantu penanganan pandemi Covid-19, melainkan adalah sebagai wujud solidariitas struktur partai dan masyarakat. (Republika: 2021)

Fenomena tersebut menuai kritikan dari Peneliti Formappi, yakni Lucius Karus. Dalam statementnya melalui Suara.com, agenda bagi beras dari Puan Maharani merupakan instruksi fraksi sebagai kampanye politik Puan Maharani, dan dinilai tidak akan efektif. Selain itu pula bagi sembako dengan foto Puan belum mendapatkan simpati secara luas oleh masyarakatat. hal ditengarai dengan popularitas Puan Maharani naik elektabuilitasnya, namun tidak sifgnifikan (Suara.com). Meskipun informasi beredar bahwa anggota DPR Fraksi PDI – P wajib membagikan sembako berupa beras kepada masyarakat dengan dibungkus tas bergambar Puan Maharani.

 

Sosiologi Politik Bagi Beras Tas Bergambar Puan Maharani

Agenda bagi beras untuk Puan Maharani dirasa cukup fenomenal, serta menjadi hal kewajiban bagi anggota atau kader dari Fraksi PDI-P di Senayan. Pasalnya, dalam tradisi gotong royong yang dibangun oleh PDI-P bahwa siapa yang tidak taat terhadap instruksi partai bergambar Banteng bermata Merah, maka dianggap tidak setai dan loyalitas terhadap partai. Salah satunya adalah memberikan bantuan berupa tas bergambar Puan Maharani diikuti oleh setiap kader.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Maunce Dauverger menyartakan soal Studi Sosologi Politik yakni studi tentang kekuasaan yang lingkupnya tidak hanya level negara dan bangsa, tapi juga turun sampai pada tataran kelompok kecil. Sedangkan menurut Pitrim Sorokin adalah studi tentang relasi dan pengaruh timbal balik aneka macam gejala sosial dan non sosial. Kemudian menurut Gordon Marshal menjabarkan sebagai subdisiplin sosiologi yang dapat menganalisis sebab dan akibat dari adanya ketidakseimbangan distribusi kekuatan-kekuatan sosial dalam masyarakat.

Baca Juga:   Tsar Nicolas II dan Vodka Yang Menghancurkan Kekaisarannya

Dalam subdisiplin ilmu Sosiologi Politik, tentu tidak terlepas dengan Partai Politik sebagai kelompok strata sosial dalam bingkai politik. Dalam sistem demokrasi, adanya partai politik sudah lumrah. Partai menjadi kendaraan politik untuk memperoleh kekuasaan, menyampaikan aspirasi, dan membentuk keterwakilan. Mempelajari partai politik menjadi penting. Apalagi di Indonesia, kekuasaan tertinggi negara belum bisa diraih diluar partai politik sebagai sebagai kendaraaanya. Jalur independen bisa saja dilalui, namun peran partai politik bisa dikatakan masih sangat signifikan.

Untuk mendapatkan simpatik dari Rakyat, maka perlu menggunakan beberapa strategi dan pendekatan secara politik untuk membangun basis kekuatan dalam partai politik tersebut. Jika ditinjau dari sudut pandang human interest, tentu sangat relevan dengan penguatan kepentingan basis politik, pasalnya rakyat saat ini sangat membutuhkan ulur tangan dari pemangku kebijakan secara politik dalam rangka kemanusiaan ditengah pandemi COVID-19.

Dalam kaitannya menjelang Pemilu 2024 adalah modal investasi sosial dalam sudut pandang subyek sebagai manifestasi dari marketing politik untuk mendulamg suara atau dukungan dari partai merah tersebut. Salah satunya yakni Puan Maharani yang juga tidak terlepas dengan trah sosok presiden Republik Indonesia Pertama, yakni Ir. Soekarno. Kendati demikian, hal tersebut menjadi modal pula mencalonkan sebagai Capres 2024 mendatang, sekaligus menggaet sosok tokoh politik yang mempunyai value jiwa sosial tinggi. Salah satunya yaknin Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, yang saat ini media sosial sebagai platform menjalankan kebijakan yang menyentuh aspek sosial.


Adli Asardhi, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Click to comment

BORING

Proklamator ID – Teka – Teki sosok yang ideal untuk menjadi calon presiden 2024 dari partai PDIP membuat sebagian masyarakat penasaran. Beberapa nama mencuat...

BORING

Proklamator ID – Belum usai jabatan Presiden Joko Widodo (Widodo) untuk Indonesia, sudah banyak partai mengeluarkan calon untuk menggantikannya, salah satunya PDIP. Partai berlambang...

ROMANSING

Proklamator. id – Menuju agenda perhelatan pesta politik yakni Pemilihan Presiden pada tahun 2024, informasi diberbagai media dengan cepat dan pesat penyebarannya. Salah satunya...

KEPO

Proklamator.id – Pada 2019, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menentukan kepengurusan DPP partainya periode 2019-2024. Susunan kepengurusan itu diumumkan, di depan para peserta...

Advertisement
close