Home FYI Suka Duka DPC GMNI Jakarta Timur Rayakan Dies Natalis GMNI ke 67 di Tengah Covid-19

Suka Duka DPC GMNI Jakarta Timur Rayakan Dies Natalis GMNI ke 67 di Tengah Covid-19

by Wiwid Widjojo
DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur. PROKLAMATOR

PROKLAMATOR – Suka Duka Perayaan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke 67 tahun ini masih diselimuti suasana Pandemi Covid-19 sama seperti Perayaan Dies Natalis GMNI ke 66 tahun lalu.

Pada tahun ini dihiasi dengan spirit yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tema “The spirit of Marhaenis Declaration” pada tahun sebelumnya mempunyai arti banyak sebagian para penerus ajaran Bung Karno sudah selesai dengan paham atau ajaran marhaenisme itu sendiri, sedangkan ditahun ini GMNI memberikan spirit yang luar biasa dengan mengusung tema “Merawat Indonesia, Meneguhkan Kebhinekaan” yang mempunyai arti merawat Indonesia yang dapat dikatakan sulit atau mudah ketika kita tidak mempunyai Nation Character Building yang kuat. Apalagi disinambungkan dengan ‘Mengukuhkan Kebhinekaan’ yang mengharuskan untuk menjaga semangat persatuan dalam keberagaman. Artinya walaupun ada sekelumit dalam kehidupan kita harus berani merenungkan kembali dalam setiap kejadian yang ada agar terhindar dari perpecahan antar sesama karena bangsa ini akan mudah terpecah ketika mudah diperdaya oleh sebuah sistem yang menjerat ego diri sendiri.

Dari perayaan Dies Natalis ini dari semua elemen mahasiswa yang berada di Indonesia terkhusus kader dan anggota GMNI semua meluangkan waktu sejenak dengan syukuran bersama yang dihadiri seluruh kader GMNI di Indonesia dan khususnya kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Jakarta Timur pada malam tanggal 23 Maret 2021.

Acara yang dikemas sebagai wadah silaturahmi antar kader pejuang pemikir-pemikir pejuang dalam memperingati Dies natalis GMNI yang ke 67 dengan tema “MERAWAT INDONESIA MENGUKUHKAN KEBHINEKAAN” yang diringi dengan diskusi tentang sejarah lahirnya GMNI di bumi Nusantara sekaligus pembacaan doa bagi para tokoh bangsa terutama founding father kita semua Ir. Sukarno yang dibacakan langsung oleh Ketua DPC GMNI Jakarta Timur Jaja Sulaiman.

Selain menceritakan sejarah berdirinya organisasi ekstra kemahasiswaan ini selama 67 tahun kepada para kader, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur juga bertekad untuk memperkokoh persatuan, menjaga perdamaian sekaligus memegang erat dalam memperjuangkan hak rakyat kecil yaitu kaum marhaen.

Baca Juga :   Radikalisme Akan Masuk Dalam Tes CPNS

“Sejarah panjang hingga terlahirnya gerakan GMNI dikalangan mahasiswa, untuk itu pengetahuan dan pengertian tentang organisasi ini harus benar-benar dimengerti agar menambah kecintaan dalam berorganisasi bagi kaum muda yang ber intelektual sebagai penerus bangsa ini.” Ungkap Jaja Sulaiman.

Bulan maret, menjadi bulan penting untuk GMNI karena pada bulan tersebut merupakan kongres pertama dan disahkan nama GMNI sebagai peleburan tiga organisasi yang diprakarsai oleh S.M Hadiprabowo dkk.

Pada saat itu, ada tiga organisasi kemahasiswaan yang memiliki kesamaan azas untuk melebur menjadi satu, organisasi itu antara lain Gerakan Mahasiswa Marhaenis (GMM) yang berpusat di Jogjakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka (GMM) yang berpusat Surabaya dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (GMDI) yang berpusat di Jakarta karena memiliki azas yang sama yaitu “Marhaenisme” ajaran Bung Karno.

Pada tanggal 23 Maret 1954 diadakan kongres pertama di Surabaya. dalam momentum ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi GMNI, dengan mengerti sejarah awal terbentuknya organisasi diharapkan kepada semua anggota GMNI untuk terus melanjutkan cita-cita perjuangan yang telah digagas oleh para pendiri Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia yang bertujuan membela rakyat kecil (Kaum Marhaen).

“Dasar dan azas sangat penting untuk menentukan langkah perjuangan, tetaplah menjadi kader dan anggota yang kritis, tajam dan sistematis dengan kemampuan menganalisa fakta dalam setiap problem yang ada, berani memberi beberapa gagasan dan mampu menciptakan dan mempertahankan gagasan tersebut sebagai alat perjuangan.” tegasnya Ketua DPC GMNI Jakarta timur.

Sikap kritis yang sistematis untuk membangun. Untuk itu semua kader GMNI DPC Jakarta timur dihimbau agar teruslah belajar, belajar dan belajar karena suatu keilmuan itu harus kita ketahui dahulu dari dasarnya dengan cara mempelajari apa yang ingin kita ketahui untuk menyelesaikan dalam setiap kejadian yang ada.

Baca Juga :   Gelar Workshop Membatik, PDIP Jaktim Dukung Ekonomi Berbasis Budaya

Diwaktu yang sama, Wakil Kepala Bidang Organisasi DPC GMNI Jakarta Timur Angga Pramana menyampaikan sebagai kader organisasi yang memperjuangkan hak hak rakyat kecil, DPC GMNI Jakarta Timur siap dan penuh tekad akan selalu memberikan waktu ruang untuk berinteraksi, berdiskusi, bergerak bersama memikirkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dari segala aspek yang menjadi pemikiran kita semua sebagai kaum muda berintelektual. Untuk memberikan solusi kepada pemerintah bila mana ada yang tidak sejalan dengan sistem yang memberatkan masyarakat itu sendiri.

“Kami punya motto adalah pejuang pemikir pemikir pejuang. Berarti kami harus terus bersinergi dengan semua kalangan dan elemen, bahkan terus melakukan gerakan secara militan agar cita-cita perjuangan yang dilakukan oleh pendahulu kita semua bisa kita teruskan dengan baik sampai ke anak-anak dan cucu kita.” pungkas Angga Pramana.

Menjalin sinergitas tentunya harus tetap dijalin sesuai amanah tetapi dibungkus dengan koridor masing masing, selama itu demi memperjuangkan hak banyak orang terutama kaum marhaen DPC GMNI Jakarta Timur siap membuka ruang untuk bertukar pikiran secara aktif.

Sebagai bagian dari barisan nasionalis kami membuka ruang untuk semua element masyarakat dalam mencapai tujuan yang adil seadil-adilnya tentunya dengan sinergi, berkolaborasi bahkan berkerja sama yang baik yang berlandaskan Gotong Royong sesuai amanat Founding Father kita Ir. Sukarno.

Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!
close