Taman Inspirasi Sastra Indonesia Bedah Buku "93 Penyair Puisi dari 34 Provinsi Membaca Ibu" - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Bedah Buku "Antologi 93 Penyair Puisi dari 34 Provinsi Membaca Ibu" yang diinisiasi oleh Taman Inspirasi Sastra Indonesia.

DELIVERY

Taman Inspirasi Sastra Indonesia Bedah Buku “93 Penyair Puisi dari 34 Provinsi Membaca Ibu”


Proklamator ID – Taman Inspirasi Sastra Indonesia bedah buku “Antologi Bersama 93 Penyair dari 34 Provinsi Membaca Ibu” pada hari Sabtu, 11 Desember 2021 Pukul 14:00 WIB, di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Jln, Perintis Kemerdekaan No. 1 Pulogadung, Jakarta Timur.

Empat Narasumber yakni Rahayu Saraswati (Tokoh Perempuan Indonesia), Sunu Warsono (Akademisi), Wahyu Haryadi (Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta), Margareth Robin K,  (Asdep Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak).

Kemudian, terdapat 12 Penyair Pembaca Puisi diantaranya Dhia Prekasha Yoedha, Octavianus Masheka, Eki Thadan, Jose Rizal Manua, Wardjito Soeharso, Sigit Hardadi, Remmy Novaris, Fanny Jonathans Poyk, Ritawati Jassin, Halimah Munawir Anwar, R. Mulia Nasution, Sukardi Wahyudi.

Antologi Buku “93 Penyair Puisi dari 34 Provinsi Membaca Ibu”

Antologi bersama 93 Penyair Membaca Ibu dari 34 provinsi adalah Seri Penyair Membaca Indonesia ke–2 dan merupakan penerbitan ketiga dari komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), setelah penerbitan Persetujuan dengan Chairil dan 76 Penyair Membaca Indonesia (Seri Penyair Membaca Indonesia ke–1).  Antologi kali ini hadir untuk merespons perayaan Hari Ibu Ke-93 tanggal 22 Desember 2021.

Dalam pengantarnya, M. Octavianus Masheka menulis, sebagai bagian dari sosial kontrol masyarakat dan pemerintah, para penyair dan pegiat sastra mencoba melihat permasalahan “Ibu” sebagai ibu biologis dan ibu sebagai metafora “ibu kebudayaan” dan alam semesta.

Apa sesungguhnya permasalahan perempuan masa kini ditinjau dari sudut hukum, sosial, budaya, politik, agama, dan pendidikan di Republik Indonesia yang kita cintai ini?

Apakah kesetaraan gender sudah tercapai di segala lini kehidupan sebagaimana keinginan Kongres Wanita Indonesia 1928? Dari sudut pandang 93 penyair dari 34 provinsi permasalahan ini menjadi bahan renungan yang diekspersikan dalam wujud buah proses kreatif berupa bunga rampai yang diberi tajuk 93 Penyair Membaca Ibu.

Baca Juga:   Pemprov DKI Dinilai Tidak Becus Tangani Korban Banjir, GMNI Jakarta Timur Salurkan Bantuan Lewat LPBI NU

Kendati demikian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Menteri PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyambut baik inisiasi dari Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia membuat buku antologi puisi, dengan mengangkat tema khusus perempuan. Serta mempersembahkan buku sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kepada kaum perempuan.

Hal demikian, perempuan mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengisi ruang perjuangan dalam membangun bangsa. Dengan situasi krisis multidimensi menghantam inodnesia, perempuan menjadi tonggak kekuatan bangsa. Berdaya untuk dirinya, keluarganya, dan bangsanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, budaya patriartki yang masih mengakar di penjuru tanah air. Sehingga perempuan menghadapi berbagai macam permasalahan, yakni soal diskriminasi, stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi, hingga kekerasan. Sehingga pentingnya adanya upaya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan harus digelorakan, sehingga sumber daya manusia bangsa kita mencapai titik maksimalnya dan pada akhirnya tercipta Indonesia yang maju.

Click to comment

Advertisement
close