TikTok Luncurkan Buku Panduan Digital Bagi Pengajar - Ever Onward Never Retreat
Connect with us

Hi, what are you looking for?

Saat ini aplikasi TikTok lagi nge-tren di kalangan anak muda. Bahkan, banyak anak-anak usia belia yang sudah menggunakan aplikasi TikTok. REUTERS
Saat ini aplikasi TikTok lagi nge-tren di kalangan anak muda. Bahkan, banyak anak-anak usia belia yang sudah menggunakan aplikasi TikTok. REUTERS
Saat ini aplikasi TikTok lagi nge-tren di kalangan anak muda. Bahkan, banyak anak-anak usia belia yang sudah menggunakan aplikasi TikTok. REUTERS

4.0

TikTok Luncurkan Buku Panduan Digital Bagi Pengajar


Proklamator.id – Bertepatan dengan Hari Guru Sedunia tanggal 5 Oktober, TikTok meluncurkan buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar, yang bertujuan untuk memberikan sumber daya kepada para guru dan pengajar untuk mendampingi anak didiknya agar aman di dunia daring. Peluncuran buku panduan ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia dan Siberkreasi sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital.

Berdasarkan hasil survei dari Neurosensum Indonesia bertajuk Consumers Trend 2021: Social Media Impact on Kids, sebanyak lebih dari 80% anak-anak di Indonesia sudah terpapar dengan media sosial dan platform digital lainnya sejak usia dini. Hal ini membuat anak dan remaja menjadi lebih rentan terhadap risiko keamanan digital, termasuk mengenai privasi, keamanan, hingga perundungan siber.

“Selain orang tua, peran guru atau pengajar sebagai pembimbing anak dan remaja di sekolah sangat penting untuk membantu mereka meningkatkan kecakapan dalam aman bermedia digital. Literasi keamanan digital ini dibutuhkan generasi muda agar menjadi warga digital yang bijak dan bertanggung jawab. Dengan memahami ruang digital dan bagaimana beraktivitas secara aman di ruang ini, anak dan remaja bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia digital baik dalam belajar di sekolah maupun berinteraksi di masyarakat,” kata Novi Kurnia, Dewan Pengarah GNLD Siberkreasi dan Koordinator Nasional Japelidi.

Buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar ini menyediakan tiga topik berbeda terkait keamanan di dunia maya, termasuk privasi dan keamanan, perundungan dan ujaran kebencian, serta kesejahteraan digital. Setiap topik akan menyediakan rangkuman, panduan diskusi dan ide untuk aktivitas, yang dapat dengan mudah diadaptasi oleh guru sesuai dengan gaya mengajar dan kebutuhan anak didiknya.

Baca Juga:   Transformasi Sebuah Kunci Keberlangsungan Hidup

Kehadiran buku panduan ini diapresiasi oleh pengajar yang diwakili oleh Ira Mirawati, seorang pengajar yang juga menjalankan platform sobatmu.com. sebuah wadah konsultasi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi remaja.

“Pengajar, sebagai orang dewasa yang menghabiskan banyak waktu dengan anak didiknya, perlu memberikan ruang yang nyaman bagi mereka untuk mau mendiskusikan dan belajar memahami bahwa keamanan privasi dan jejak digital ada di tangan mereka. Hadirnya Buku Panduan ini tentu akan sangat membantu para pengajar untuk memahami cara mengangkat topik-topik sensitif ini, tanpa membuat para anak didiknya merasa canggung dan menutup diri,” kata Ira.

Faris Mufid selaku Public Policy & Government Relations, TikTok Indonesia menyampaikan bahwa TikTok menempatkan keamanan, keselamatan, dan privasi pengguna di kalangan remaja sebagai prioritas utama, agar TikTok terus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ekspresi diri.

“Harapannya, Buku Panduan Keamanan Digital untuk Pengajar ini bisa menjadi sumber edukasi dan referensi untuk para pengajar di Indonesia untuk bantu menumbuhkan lingkungan dan budaya online yang positif,” katanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
close