Home +62 Vaksin Merah Putih Refleksi Kemandirian Bangsa

Vaksin Merah Putih Refleksi Kemandirian Bangsa

by Wiwid Widjojo
Petugas kesehatan pada saat melakukan uji coba vaksin di salah satu lab di Bogor. FILE/Dok/Ist. Photo

PROKLAMATOR – Ketua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah Bambang Mugiarto (BM) yang juga alumni GMNI mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memutuskan mendukung kelanjutan pengembangan vaksin Merah-Putih dan Vaksin Nusantara untuk menjaga kemandirian di bidang farmasi.

Kepada Proklamator, Bambang mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi langkah-langkah pemerintahan Jokowi yang terus berupaya mewujudkan kemandirian bangsa dengan mendukung produk-produk buatan anak negeri sendiri.

“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemerintahan Pak Jokowi yang terus berupaya mewujudkan kemandirian bangsa dengan mendukung inovasi dan produk-produk anak bangsa” katanya, Sabtu (20/03/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh para ilmuan dan peneliti khususnya para peneliti vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara perlu terus didukung agar mereka sukses melanjutkan penelitian mereka.

“Keberhasilan mereka adalah keberhasilan Bangsa Indonesia dan wujud kebangkitan Nusantara,” imbuhnya.

Ketum Seknas Jokowi Jateng Bambang Mugiarto

Ketum Seknas Jokowi Jateng Bambang Mugiarto. FILE/Mediakita

“Kita perlu terus mendukung apa yang dilakukan oleh para peneliti dan ilmuan khususnya para peneliti vaksin yang sangat kita butuhkan saat ini. Kita bersyukur ada terobosan yang luar biasa tentang vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara, kita harus bangga bahwa jika mereka berhasil berarti adalah keberhasilan bangsa Indonesia dan merupakan wujud kebangkitan bangsa ini,” jelasnya.

Bambang menyampaikan bahwa para peneliti dan inovator harus diberi ruang seluas-luasnya agar bisa berkreasi. Baginya siapa pun yang cinta Indonesia dan kemanusiaan tak akan mempersulit mereka melainkan pasti akan mendukungnya karena demi kesejahteraan rakyat dan bangsa ini.

Kalau pun ada proses-proses yang harus dilalui para peneliti tersebut jangan dipersulit apalagi seolah-olah dihalang-halangi, mereka harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkreasi. Siapa pun yang merasa cinta bangsa ini dan cinta kemanusiaan akan menanggalkan segala macam kepentingan pribadi dan kelompoknya untuk mendukung karya-karya anak bangsa yang bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat.

Seperti diketahui sebagaimana terungkap dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada (11/03/2021) lalu, bahwa uji klinis Vaksin Nusantara belum dapat dilakukan karena belum mendapat ijin dan rekomendasi dari BPOM.

Baca Juga :   Investasi Miras dan Ekonomi Daerah

Hal tersebut menurut BPOM belum dapat dilakukan karena Vaksin Nusantara belum melakukan ujian praklinis pada hewan, sehingga BPOM berhati-hati mengeluarkan ijin.

Menanggapi hal tersebut Presiden Jokowi melalui konferensi pers di Istana Bogor pada (12/03/2021) menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan para inovator, apalagi dalam situasi pandemik sekarang ini. Meski demikian ia mengimbau agar para inovator harus mengikuti kaidah-kaidah sainstifik dan prosedur yang berlaku.

“Bapak, ibu dan saudara-saudara yang saya hormati, inovasi adalah kunci kemajuan bagi sebuah negara tidak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu tentunya kita akan selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para inovator kita, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini. Tentu kita semuanya mendukung adanya penelitian dan pengembangan baik itu obat maupun vaksin agar terwujud kemandirian di bidang farmasi sekaligus percepatan akses ketersediaan vaksin di masa pandemi Covid-19,” ungkap Jokowi.

Meski demikian Jokowi mengimbau agar para inovator tersebut tetap mengikuti kaidah-kaidah sainstifik dan prosedur yang berlaku.

“Saat ini vaksin yang sedang dikembangkan di Tanah Air adalah Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara, yang terus harus didukung tapi untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah sainstifik, kaidah-kaidah keilmuan dan uji klinis harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.


Artikel Lainnya

Apakah kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Terima Baca Selengkapnya

Untuk Diperhatikan!
close